Selasa, 14 November 2017

Pengalaman Melahirkan Normal Anak Pertama (Prematur)

Kamis, 06 April 2017
Hari ini adalah hari pertama kami kontrol kehamilan di RS Borromeus karena sebelumnya kami selalu kontrol di RS Hermina. Di RSB ini saya kontrol dengan dr. Ellys. Beliau menjelaskan kondisi janin kami dengan baik. Alhamdulillah janin sehat hanya berat badannya masih kurang. Di usia 35w ini berat janin baru 2,35 kg di bawah rata2 berat janin yg tertera pada kurva. Dokter menyarankan saya untuk makan lebih banyak protein, putih telur 3x sehari, tahu, tempe, tahu, dan es krim. Sebelum pulang kami diberikan surat pengantar untuk tes laboratorium karena di usia kehamilan yang memasuki trimester 3 ini saya sama sekali belum cek laboratorium. Cerita tes lab dapat dilihat disini yaa.

Jumat, 07 April 2017
Hari ini pergi ke kantor seperti biasa dan saya mulai makan telur rebus 3x sehari demi BB debay naik. Aktifitas di kantor cukup padat dan melelahkan.

Sabtu, 08 April 2017
Weekeend! Hari sabtu saya manfaatkan untuk beres-beres rumah dan tetap konsisten makan telur rebus 3x sehari, tahu, tempe, es krim. Nyaam demi Debay.

Minggu, 09 April 2017 - Senin, 10 April 2017
Minggu pagi saya manfaatkan untuk beres-beres lagi, kali ini beresin pakaian dan cuci lipat semua baju calon bayi. Hihi. Sorenya saya dan suami pergi ke rumah ibu mertua karena suami saya akan gantian jaga malam di RS menemani ayah mertua yang sedang dirawat di UGD.

Magrib suami pamit ke RS, saya pun ngobrol-ngobrol biasa dengan keluarga suami. Sekitar jam setengah sembilan saya merasa ingin buang air kecil, namun belum sampai ke kamar mandi tiba-tiba air keluar seperti ngompol. Ah mungkin karena sudah tidak kuat ingin pipis jadi ngompol. Lalu saya ambil lap pel dan ke WC, ternyata saat di WC air keluar makin deras. Panik campur bingung apa ini air ketuban? Usia kehamilan belum cukup, BB debay masih kecil. Ya Allah tolong selamatkan janin kami.

Keluar dari WC saya kabari ibu mertua kalau ada air yang keluar, ibu mertua saya langsung menelepon temannya yang bidan dan bu bidan bilang kemungkinan air ketuban coba cek ke RS. Dengan rasa panik akhirnya ibu mertua saya menelepon suami yang sedang stand by di UGD untuk menjemput saya di rumah lalu ke RS Borromeus.

Kami sampai RS sekitar pukul 21.30. Saat dicek dengan kertas lakmus, memang air yang keluar itu adalah air ketuban. "Ini harus segera dilahirkan bu, Nanti bsk pagi di USG dulu lalu diinduksi soalnya ibu belum ada kontraksi" kata Suster. Setelah itu denyut jantung janin dicek dan hasilnya denyut jantung janin turun drastis setiap 15 menit, hati saya lagi-lagi tak karuan. Suster menjelaskan hal itu terjadi karena air ketuban yang semakin sedikit atau karena kelilit tali ari-ari. Saya juga langsung disuntik pematang paru-paru untuk janin. Rasanya kremi-kremi ngilu heheeu

Suster meminta saya tidur saja, tapi mata ini sangat sulit terpejam. Sekitar jam 12 malam, detak jantung janin dicek lagi dan hasilnya tetap sama. Setelah itu saya mulai merasakan mulas sesekali. Sekitar jam 2 dini hari, perut saya mulai kontraksi rutin tapi saya tahan dengan mengucap dzikir. Lama lama kontraksi semakin intens sekitar 5 menit sekali dan saya ingin sekali mengejan. Karena sudah tidak kuat dengan mulas kontraksi dan bingung harus apa, akhirnya saya pinta suami saya untuk panggil suster ke ruangan.

Suster datang dan langsung mengecek kondisi saya. Awalnya suster ingin periksa dalam terlebih dahulu untuk mengecek posisi bayi sudah seperti apa, tapi setelah suster lihat ternyata rambut bayi sudah nongol :') "Bu, kita harus pindah ke ruang bersalin, ini bayinya udah kelihatan mau keluar"

Segala rasa campur aduk. Saat mau pindah kasur, adzan subuh berkumandang. Suami saya izin pada suster untuk sholat dulu sebelum saya dibawa ke ruang bersalin. Setelah sholat, suami pun meminta saya sholat dulu sambil berbaring saat perjalanan menuju ruang bersalin.

Sesampainya di ruang bersalin saya tidak diperbolehkan untuk langsung mengejan karena menunggu dokter yang belum datang. Saat dokter sudah datang dan perut saya mulai kontraksi lagi, saya baru diperbolehkan mengejan. Bismillah. Saat mengejan pertama, bayi belum keluar. Saat itu juga saya disuruh jangan menahan nafas di tenggorokan saat mengejan. Maklum buu pas senam hamil belum pernah latihan mengejan karena bbelum sampai ke 36w heheu. Perut mulai kontraksi lagi, lagu saya bilang ke dokter kalau saya kontraksi dan mulai diperbolehkan mengejan. Bismillah, saya mengejan lalu terdengar tangis yang keras dari buah hati kami. Alhamdulillah Tabarakallah bayi kami telah lahir :')

Segala rasa haru, syukur dan bahagia berkumpul jadi satu. Saya telah menjadi seorang ibu :') Setelah dipotong tali ari-arinya, bayi kami langsung dibawa ke suami saya untuk diadzankan dan setelah itu disimpan di atas dada saya. Masya Allah anakku telah lahir :')

Selamat datang ke dunia buah hatiku. SAMUDRA DIPA NEGARA. Bandung, 10 April 2017 Pukul 05.28 WIB dengan berat 1,990 kg dan panjang 46cm. Rabbi Habli Minnasholihin. We love you, Dipa :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar