Sabtu, 22 Maret 2014

Saat pulang Bandung nanti tak kan lagi sama

Sebenarnya tujuan awal saya membuat blog ini karena saya ingin lebih banyak menulis dan berbagi lagi. Terutama berbagi pengalaman saya tentang proyek dan pengalaman saat mengunjungi tempat-tempat yang baru saya kunjungi. Sebenarnya saya punya dua hutang cerita perjalanan yang harus saya tulis, yaitu cerita perjalanan ke Pontianak dan ke Makassar. Namun apa daya, saat ini saya lebih  ingin bercerita tentang perasaan saya dibandingkan dengan berbagi pengalaman ke Pontianak dan Makassar. Untuk cerita perjalanan nanti pasti akan saya tulis, saya janji :peace.

Saat pulang Bandung nanti tak kan lagi sama. Ya, mungkin saat pulang Bandung nanti perasaan saya tidak akan sama lagi seperti dulu. Tidak akan ada lagi yang menjemput saya ke Batununggal dengan Mionya atau dengan mobil ibu. Tidak akan lagi yang menyempatkan satu atau dua harinya di weekend untuk menemui saya sekedar berbagi cerita dan melepas kerinduan. Tidak akan ada lagi cerita ambisius yang saya dengar. Tidak ada lagi cerita tentang tujuan hidup dan mimpi yang saya dengar. Tidak ada lagi pertemuan dengan krucil-krucil itu di long weekend nanti. Sedih, ya saya sedih. Meskipun saya sangat marah dan shock atas semua pengakuan kamu ternyata saya tetap sedih kehilangan kamu. Bahkan sampai detik ini pun saya masih menangis. Haha. Kamu salah, saya belum bisa menjadi wanita yang kuat dalam hal ini.

Ternyata masih banyak mimpi dan keinginan yang belum sempat kita kejar ya. Kita belum sempat untuk mengelola bisnis kita bareng-bareng (iya, bisnis yang kamu inisiasikan). Kita belum sempat untuk pergi jauh ke pantai dan menghabiskan hari. Kita belum sempat untuk touring ke Bayuwangi. Kita belum pernah naik kereta bareng. Kita belum pernah lihat lampion terbang bareng-bareng. Kita belum belajar photography bareng. Kita belum pake jaket kulit couple yang kamu rancang. Bahkan untuk hal kecil, jogging bareng sore-sore juga belum kita lakukan. Dan masih banyak hal kecil hingga hal besar yang mungkin tidak akan bisa kita lakukan lagi.

Saya tidak tahu apa kamu merasakan sama seperti yang saya rasakan atau saat ini kamu sudah merasa lega dan senang atas semua ini. Jujur sangat sulit bagi saya untuk melupakan semua yang sudah kita jalani bersama hampir empat tahun lamanya. Saya sudah berusaha tapi rasa itu tetap kembali dan membuat saya tidak tahu lagi harus berbuat apa. Jujur saya masih berharap kalau kamu masih mempunyai perasaan yang sama dan kita akan memperbaiki dan memulai semuanya lagi. Tapi itu hanya keinginan saya semata, dan saya tidak tahu kalau nanti ternyata kamu lebih baik memilih pergi dan melupakan itu semua. Saya tidak tahu sampai kapan saya akan bertahan tapi doakan saja semoga saya kuat dan bisa melewati ini semua. Sehat selalu dan baik-baik saja ya, kamu.

1 komentar: