Minggu, 25 Mei 2014

Panasnya Kota Pontianak, Kota Khatulistiwa

Alhamdulillah, semenjak bekerja di Angkasa Pura II saya berkesempatan untuk terlibat di beberapa proyek di beberapa daerah, salah satunya adalah di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Bulan Februari 2014 lalu saya dan teman saya terbang ke Pontianak untuk mengecek metode kerja Pekerjaan Pembangunan Terminal Penumpang Bandara Supadio Pontianak Tahap II. Kunjungan lapangan ke proyek yang pada awalnya direncanakan dalam dua hari ternyata satu hari saja sudah selesai, karena kami berdua sudah membeli tiket untuk keesokan harinya akhirnya satu hari yang tersisa kami gunakan untuk berkeliling Kota Pontianak. Berikut ini tempat-tempat yang kami kunjungi selama di Pontianak. Stay tune :)

1. Gardenia Resort and Spa
Gardenia Resort and Spa ini adalah tempat dimana kami menginap. Terletak di Jalan Ahmad Yani II dan lokasinya sangat strategis, 10-15 menit dari Bandara Supadio Pontianak. Tempatnya unik dan baguuus banget. Tempat ini semacam pemondokan kayu yang terdiri dari banyak tipe kamar, ada Premiere Room atau Family Suite. Rate untuk Premier Room sekitar 500K per malam.
View menuju kamar menginap
Family Suite Room Type
Tipe kamar yang paling gede


2. Taman Alun Kapuas
Taman Alun Kapuas adalah salah satu tempat rekreasi yang terletak di depan Kantor Walikota Pontianak. Tempat ini merupakan salah satu tempat berkumpul warga Pontianak, di tempat ini terdapat layar lebar yang setiap malam diputar tayangan National Geographic. Di tempat ini juga berkumpul macam-macam penjual dan wisata kuliner.

3. Naik Perahu Menyusuri Sungai Kapuas
Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Pulau Kalimantan dan menjadi sungai terpanjang di Indonesia. Taman Alun Kapuas merupakan salah satu meeting point jika kita ingin menaiki perahu untuk menyusuri Sungai Kapuas. Tipe perahu yang bisa dinaiki juga bermacam-macam, tergantung dari budget dan layanan apa saja yang diinginkan.

Di atas kapal
View dari kapal
Jembatan Kapuas

4. Tugu Khatulistiwa
Berdasarkan letak geografis, Kota Pontianak terletak di garis equator yaitu garis membelah bumi menjadi dua bagian. Untuk menandai garis lintang nol derajat tersebut maka didirikanlah Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument. Agar dapat melihat Tugu Khatulistiwa kami harus masuk terlebih dahulu ke dalam Museum Tugu Khatulistiwa. Di dalam museum terdapat beberapa pengetahuan tentang astronomi bumi dan sejarah dari Tugu Khatulistiwa itu sendiri. Untuk masuk museum tidak dikenakan biaya tiket masuk loh, free :)

Oya, ada lagi hal yang menarik dari Tugu Khatulistiwa ini. Pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September akan ada peristiwa Kulminasi Matahari. Kulminasi matahari adalah suatu peristiwa dimana matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat ini, bayangan tugu dan benda-benda di sekitar tugu akan menghilang bayangannya selama beberapa saat. Sayang saya belum bisa membuktikannya karena waktunya yang tidak pas hehe.

Tugu Khatulistiwa

5. Makam Batu Layang
Makam Batu Layang merupakan kompleks makam Kerajaan Kesultanan Pontianak, dimulai dari makam raja pertama, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri, sampai raja yang terakhir dan juga makam keluarga kerajaan. Makam Batu Layang terletak tidak jauh dari Tugu Pontianak. Aura di dalam tempat ini kurang begitu menyenangkan buat saya, selain itu di kompleks pemakaman ini banyak warga yang meminta sumbangan sukarela sehingga membuat saya kurang begitu suka berlama-lama di tempat ini.

Makam Batu Layang

Batu Layang (?)


6. Istana Kesultanan Kadriah
Istana Kesultanan Kadriah yang konon didirikan pada tahun 1770an merupakan pusat Pemerintahan Pontianak pada masa lalu. Saat ini, Istana Kesultanan Kadriah menjadi salah satu cagar budaya Kota Pontianak. Di dalam istana ini kita bisa melihat sejarah kesultanan kadriah beserta beberapa benda pusaka yang digunakan pada masa itu.
Sama halnya dengan Tugu Pontianak, Istana Kesultanan Kadriah juga tidak membebankan tiket masuk untuk setiap pengunjung. Oiya hanya ingin mengingatkan, menurut cerita dari beberapa sumber, daerah di belakang istana kesultanan ini cukup rawan kejahatan. Jadi untuk para pengunjung diharap lebih hati-hati lagi jika ingin berkunjung ke tempat ini apalagi pada malam hari.

Tampak depan istana kesultanan kadriah
Situasi di dalam istana kesultanan

7. Mesjid Jami Pontianak
Konon menurut cerita yang saya baca, lokasi dimana Mesjid Jami Pontianak ini dibangun  merupakan cikal bakal berdirinya Kota Pontianak. Pada tahun 1770an rombongan Syarif Abdurrahman berlayar mengarungi Sungai Kapuas, saat mengarungi sungai tersebut rombongan menemui dua persimpangan hingga rombongan menembakan meriam ke salah satu daratan. Posisi dimana meriam itu jatuh, lokasi Mesjid Jami Pontianak, diyakini sebagai lokasi pemukiman pertama dan menjadi awal dari Kerajaan Kadriah Pontianak. Cmiiw.

Mungkin sekian dulu saja cerita yang bisa saya bagikan. Semoga dikasih kesempatan untuk mengunjungi Kota Pontianak lagi dan semoga dapat kesempatan untuk main ke pantainya. Amiiin.

Wilujeng wengi sadayana :D

*Photo credit: Bagus Reza Erlangga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar