Kamis, 16 Januari 2020

Pengalaman Cacar Air Pada Dewasa (Ibu Menyusui)

Bismillah kali ini saya mau share pengalaman cacar yang saya alami di usia menjelang 30 tahun hehe, tertular dari anak sendiri. Pengalaman anak-anak cacar bisa dilihat  disini yaa, biar nyambung ceritanya.

Prolog

Jadi saat karyawan ada yang kena cacar, saya langsung tanya ibu saya apa saya udah kena cacar waktu kecil? Beliau dengan mantap bilang sudah, tertular dari aa saya waktu masih SD. Alhamdulillah tenang berarti tidak akan tertular lagi karena setau saya cacar itu sekali seumur hidup. 

Saat anak pertama terkena cacar, saya pun merawatnya seperti biasa tidak khawatir tertular. Dari satu rumah yang khawatir tertular cacar adalah anak kedua karena masih bayi, juga suami saya ragu pernah cacar atau belum. Kalau pengasuh di rumah katanya yakin sudah pernah cacar ketika sekolah.

Gejala Cacar

Gejala yang saya alami cukup berbeda dengan anak-anak. Sebelum bintil cacar muncul, punggung rasanya pegal-pegal sekali. Sebenarnya untuk punggung pegal sudah biasa karena saya juga masih menyusui tapi ini kok rasanya beda linu-linu juga. Hari Minggu tepat 2 minggu setelah anak pertama terkena cacar, saya merasa agak demam dan pusing. Pada waktu ini belum ada firasat bakal terkena cacar. 

Hari Senin saya berencana berangkat ke kantor bersama anak-anak karena abang sudah dipastikan sembuh. Demam yang saya rasakan pun sudah hilang. Tapi saat mandi saya malah temukan bintil cacar di sekitar lengan dan dada, ternyata sudah banyak. Subhanallah.

Berobat Ke Dokter

Saya putuskan langsung ke dokter umum pada hari itu juga. Saat saya bilang kalau saya cacar, dokter langsung bilang " Ibu belum pernah cacar ya waktu kecil?" Saya bilang saja sudah.

Dokter periksa bintil cacar dan konfirmasi kalau saya positif terkena cacar air. Beliau bilang kalau cacarnya menyebar di seluruh tubuh seperti yang saya alami kemungkinan waktu kecil saya belum terkena cacar air. Kalau sudah pernah cacar air sebelumnya, saat dewasa kemungkinan terkena herpes zooster dan bentuknya memanjang bukan menyebar di seluruh tubuh. Ya Wallahualam.

Obat yang dikasih dokter :
1. Salep Acyclovir 5%
Salep ini digunakan 2x sehari, gunanya agar bintil cacar cepat kering. Salep ini harganya bervariatif dari 7000-40.000/tube, untuk harga yang paling murah itu keluaran generik. Karena pengalaman kemarin bisa habis sampai 6 tube maka cari yang murah saja. 

2. Obat Anti Virus Acyclovir 400mg
Obat ini diminum 4x sehari setiap 5-6 jam. Khasiat obat ini agar cacar tidak tambah banyak. Waktu itu saya dikasih resep untuk 3 hari. Harga obat 7000/tablet 

Oia obat ini aman untuk ibu menyusui ya, karena saya masih menyusui anak kedua usia 1 tahun. Namun jika ada bintil di dekat payudara harus hati-hati saat ngasih salep jangan sampai terjilat bayi karena ini obat luar.

Fase Cacar

Fase cacar yang saya alami kurang lebih sama dengan fase cacar anak-anak. Hari ke 1-3 bintil bermunculan. Hari ke-4 mulai mengering. Hari ke 5-14 semua bintil mengering dan mengelupas.

Bedanya dengan cacar pada anak-anak, bintil yang bermunculan pada saya cukup banyak. Di arena wajah, badan, punggung, tangan, kaki semua ada. Dokter bilang kalau pada dewasa bintil bisa muncul juga di dalam tenggorokan , lidah, dan dalam mulut. Tapi alhamdulillah di saya tidak muncul. 

Selain itu jika pada anak-anak hanya demam ringan 1-2 hari beda pada orang dewasa. Yang saya alami demam bisa sampai 3 hari disertai meriang dan pegal linu. Kalau gatal-gatal jangan ditanya yah hehe. Ini mungkin yang dibilang kalau cacar air pada dewasa efeknya lebih ganas dibanding pada anak-anak :( Tapi jangan khawatir hari ke 4 alhamdulillah kondisi mulai membaik dan sudah bisa beraktivitas biasa di dalam rumah. 

Hal yang paling mengganggu ketika cacar adalah tidak bisa pergi kemana-mana karena takut menular ke orang lain jadi cukup mengurangi produktivitas. Oia cacar ini bahaya bila terjadi pada ibu hamil ya, karena bisa menyebabkan janin tertular virus. Jadi bagi perempuan yang sedang program hamil dan belum cacar lebih baik vaksin dulu untuk mencegah tidak tertular cacar, walaupun kemungkinan tertular pun masih ada sedikit.

Semoga tulisan ini bermanfaat ya dan sehat selalu :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar