Rabu, 11 Maret 2020

Menjadi pemimpin itu bukan hal yang mudah

Dari zaman sekolah, kuliah, organisasi, saya biasa sebagai peserta/followers. Rasanya cuma 1-2x saya pernah mengajukan diri jadi ketua tim/kepanitiaan, hal itu terjadi karena saya tidak berani keluar dari zona nyaman saya. Berbeda dengan suami saya, sejak zaman sekolah dia terbiasa menjadi pemimpin, bahkan ketika kuliah dia terpilih menjadi ketua himpunan dan itu saya yakin bukanlah hal yang mudah. Mencoba hal yang baru sudah hal yang biasa dan saya pun kagum dengan sifatnya itu.

Semenjak resign dari AP2 dan bergabung dengan Bajuyuli, jiwa followers/takut dengan hal yang baru saya pun masih muncul. Berkali-kali suami saya ingatkan, kalau saya ini sekarang sebagai leader, harus mengerti situasi dan kondisi, harus bisa kasih solusi, harus bisa jadi panutan, harus bisa ini itu, dan harus bisa keluar dari zona nyaman saya. 

Alhamdulillah, setelah 2 tahun full time bisnis di Bajuyuli, saya rasa saya mulai bisa keluar dari zona nyaman. Walaupun ada beberapa kali terbentur dan balik lagi takut keluar dari zona nyaman. Namun di Bajuyuli saya belajar hal baru, belajar banyak hal yang bahkan dulu belum pernah terlintas sebelumnya. Dan yang paling penting bisa selalu dekat dengan keluarga. Masya Allah.

Bicara soal kepemimpinan, banyak hal yang saya pelajari saat menjadi co-leader di Bajuyuli ini. Menjadi pemimpin itu tidak mudah, sungguh. Bagaimana cara memberi keputusan yang "adil", apa yang harus dilakukan agar bisnis tetap "hidup", bagaimana bisa merangkul semua karyawan, bagaimana agar karyawan bisa sejahtera, inovasi apa saja yang harus dipikiran, dan masih banyak hal lagi. 

Bismillahirrahmanirrahiim. Mohon doanya agar saya dan suami bisa jadi pempmpin yang amanah dan bijaksana dalam memimpin perusahaan Bajuyuli tercinta.

“Setiap Kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya”.(HR. Bukhari Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar