Senin, 20 Juli 2020

Belajar Tentang Konsistensi

Bismillah

Kalau bicara soal konsistensi, orang terdekat yang paling bisa mempertahankan konsistensi adalah suami saya. Beliau konsisten ke mesjid, konsisten ibadah sunnah, baca Quran, baca buku, nulis blog, buat video, dan masih banyak hal rutin yang beliau berhasil lakukan konsisten setiap hari, Masya Allah panutan. Jika ada yang tidak berhasil dilakukan efeknya malah jadi uring-uringan hehe.

Untuk mencapai konsistensi itu memang bukan hal yang mudah. Menurut penilitian rata-rata orang membutuhkan waktu 66 hari konsisten tiap hari melakukan hal yang sama untuk membentuk suatu kebiasaan yang baru. Dua bulan, ya itu bukan waktu yang sebentar.

Lalu bagaimana dengan saya? Sejujurnya progress saya mencapai konsistensi itu masih jauuuuh. Satu hal yang konsisten saya lakukan adalah berusaha untuk sholat tepat waktu. Itupun perjalanan yang panjang, ada rasa malas, ada rasa kagok dengan kerjaan/aktivitas, ada rasa denial, campur aduk. Ternyata memang benar, jika sudah terbiasa konsisten, ketika tidak dilakukan ada rasa yang "kurang." 

Kebiasaan sholat tepat waktu ini akhirnya mulai saya terapkan sebagai peraturan di kantor Bajuyuli. Jadi untuk shift pagi ada dua kali istirahat, saat adzan dzuhur dan ashar. Untuk shift malam pun dua kali istirahat, saat adzan magrib dan isya. Semoga kebiasaan sholat tepat waktu di kantor menjadi kebiasaan rutin karyawan sehari-hari. aamiin

Semoga kebiasaan berusaha sholat tepat waktu ini bisa dipertahankan sampai akhir hayat. Semoga saya bisa konsisten juga dalam ibadah sunnah, baca quran, baca buku, olahraga, dan lainnya. Semoga konsistensi juga bisa diterapkan ke anak-anak nanti. Aamiin. Semangat Allahu Akbar!

“Dan ketahuilah bahwasanya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Muslim 2818)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar