Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Senin, 07 Februari 2022

Pengalaman Terbang Naik Pesawat Pertama Kali Tujuan Makassar



Haloo, siapa yang masih ingat kapan pertama kali "terbang" naik pesawat? hehe

Sebagai anak dari kedua orang tua yang berprofesi sebagai PNS guru, travelling adalah hal yang sangat jarang kami lakukan. Keluarga besar mamah dan papah hampir semuanya tinggal di Bandung, sehingga kami tidak pernah melakukan "mudik." Perjalanan terjauh saya sedari kecil hingga kuliah juga hanya perjalanan darat ke Jogja 1x dalam rangka mengunjungi teman mamah.

Bagaimana dengan naik pesawat? Tidak pernah terpikirkan bagi kami untuk naik pesawat karena harga tiketnya yang mahal. Hingga sampai saya kuliah pun, mamah, papah, saya dan adek belum pernah sekalipun naik pesawat hehe.

Dalam rangka memenuhi Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog dengan tema Pengalaman Travel yang Paling Berkesan, kali ini saya akan menceritakan serunya pengalaman terbang naik pesawat untuk pertama kalinya. Selamat membaca! :)


Diterima Kerja

Tiga bulan setelah wisuda S1 ITB alhamdulillah saya dinyatakan diterima kerja di Perusahaan BUMN bidang penerbangan. Saat memulai kerja, saya harus menjalani OJT (on job training) di ATKP (Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan) Makassar selama kurang lebih 2 minggu.

Kantor Pusat di CGK  (credit Bagus Reza)

Persiapan Sebelum Berangkat

Dari pemberitahuan oleh HR ke waktu berangkat ada jeda waktu cukup lama. Sebelum berangkat saya belajar bagaimana cara naik pesawat terbang hehe. Malu dong kalau nanti gagap saat naik pesawat hahaha. Saya baca banyak blog pengalaman naik pesawat, bagaimana alurnya dan apa yang harus dilakukan, pokoknya semua ditulis lengkap di buku catatan :D


Sumber : Pinterest

CGK - UPG


Tanggal 31 Oktober 2012, waktu keberangkatan telah tiba. Saya berangkat sore hari dari Bandara Soekarno Hatta (CGK) tujuan Bandara Sultan Hasanudin (UPG). 

Sumber Instagram : @fakta_penerbangan

Oia, mungkin ada yang belum tahu kenapa di setiap tiket pesawat atau di info penerbangan selalu terdapat 3 huruf di samping nama bandara. Jadi "Three Letter Code" adalah kode bandara yang berupa 3 huruf berbeda sesuai dengan domisili bandara. Setiap bandara memiliki kode unik masing-masing yang ditetapkan oleh IATA (International Air Transport Association).

Di dalam Pesawat Terbang




Proses check-in hingga masuk ke dalam pesawat alhamdulillah berjalan dengan lancar. Ketika semua penumpang sudah duduk dengan lengkap, pramugari pesawat langsung melakukan safety demonstration.



Sumber : Shutterstock.com

"Para penumpang yang terhormat, kami mohon perhatian Anda sejenak! Sesuai dengan peraturan keselamatan penerbangan sipil kami harus menunjukan dan memperagakan kepada Anda bagaimana cara menggunakan sabuk pengaman, masker oksigen, pintu dan jendela darurat, baju pelampung, dan kartu keselamatan....."

Saya memperhatikan betul apa yang didemonstrasikan oleh pramugari. Saya cek pelampung di bawah kursi, saya cek juga kartu keselamatan di saku kursi depan, melihat pintu darurat, dlsb. Pokoknya seru! 


"Para penumpang yang terhormat, selamat datang di penerbangan Lion Air dengan tujuan Makassar. Penerbangan ke Makassar akan kita tempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam dan 30 menit, dengan ketinggian jelajah 32.000 kaki di atas permukaan air laut. Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan Lion Air ini adalah tanpa asap rokok, sebelum lepas landas kami persilahkan kepada anda untuk menegakan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja kecil yang masih terbuka dihadapan anda, mengencangkan sabuk pengaman, dan membuka penutup jendela..."

Pesawat akan take off, bismillah. Sesuai saran dari blog yang saya baca, saya mengunyah permen saat take offagar telinga tidak berdengung saat terjadi perubahan tekanan di dalam pesawat.




Sungguh haru biru saat pertama kali melihat langit dari dalam pesawat. Masya Allah begitu indah ciptaan-Mu ya Allah. Alhamdulillah proses terbang pertama kali berjalan dengan lancar hingga akhirnya pesawat landing di Bandara Sultan Hasanudin (UPG) pada malam hari.


Sumber : https://ap1.co.id/id

On Job Training


ATKP Makassar, tempat dimana saya OJT, terletak di daerah Kabupaten Maros. Lokasi Kabupaten Maros cukup jauh dari Kota Makassar, kurang lebih jaraknya 45 km. Cuaca di sana juga sangat terik, saat apel pagi jam 08.00 rasanya sama seperti jam 11.00 di Jawa. Karena ini untuk pertama kalinya saya pergi keluar Jawa, berinteraksi dengan warga asli Makassar rasanya cukup unik dan menyenangkan. Pelaksanaan OJT juga berjalan lancar, alhamdulillah. 




Jalan-jalan di Makassar


OJT berlangsung di hari Senin-Jumat. Saat weekend, saya dan kedua rekan manfaatkan untuk jalan-jalan ke Kota Makassar. Kota Makassar adalah kota metropolitan yang ramai rasanya tidak beda dengan di Bandung. Makassar juga menjadi simpul di KTI (kawasan Timur Indonesia), sehingga pusat perdagangan, pusat industri, pusat pemerintahan berada di Makassar. 

Berikut ini destinasi wisata dan kuliner yang kami kunjungi selama jalan-jalan :

Pantai Losari


Pantai Losari adalah salah satu ikon dan pusat keramaian Kota Makkasar. Seingat saya di pantai ini tidak bisa main air seperti di Pangandaran hehe, jadi kami hanya berfoto-foto saja. Sepanjang pantai banyak penjual yang menjual wisata kuliner khas makassar. 

Benteng Fort Rotterdam


Sumber : Wikimedia commons

Benteng Fort Rotterdam sebelumnya adalah peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang bernama Benteng Ujung Pandang. Setelah jatuh ke tangan Belanda, benteng ini dibangun kembali dan menjadi pusat kekuasaan kolonial Belanda. Benteng Fort Rotterdam juga dikenal sebagai tempat ditawannya Pangeran Diponegoro hingga wafatnya. 



Benteng Fort Rotterdam ini sangat luas, bersih dan masih tertata rapi. Jika ingin wisata budaya dan mengetahui sejarah kota Makassar wajib mengunjungi tempat ini. 


Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung





Taman nasional Bantimurung adalah salah satu kawasan konservasi alam. Taman ini menjadi tempat wisata untuk keluarga karena di dalam Taman Nasional terdapat penangkaran kupu-kupu dengan berbagai macam spesies. Ada juga museum kupu-kupu, namun rasanya dulu kurang terawat untuk museumnya. 


Sumber : https://fakirliburan.wordpress.com

Di dalam Taman Nasional Bantimurung ini terdapat air tejun yang deras. Taman nasional ini juga dikelilingi oleh pegunungan kapur yang di dalamnya terdapat banyak gua. Sungai yang mengalir di dalam Taman Nasional Bantimurung ini airnya berwarna biru seperti di foto, indah yaa. Udaranya juga sejuk, pokoknya betah berlama-lama di sini.  


Kuliner Khas Makassar


Selama di Makassar juga tak lupa untuk mencicipi makanan khas kota Makassar, seperti sop konro & coto Makassar, es pallubutung, pisang epe dan jalangkote. 

Penutup


Pengalaman naik pesawat pertama kali ini sangat menyenangkan. Pengalaman pertama naik pesawat tiap orang mungkin berbeda-beda, ada yang mengalami turbulensi, ada yang take off-landing tidak mulus, kehilangan barang di bagasi, pesawat delay, dlsb. Tapi harus diingat bahwa pengalaman adalah guru terbaik yang mengajarkan banyak hal, bukan?

Pengalaman pertama naik pesawat ini juga yang menjadi gerbang pembuka pengalaman penerbangan yang lainnya. Alhamdulillah selama 5 tahun berkerja di perusahaan, saya dapat kesempatan untuk terbang mengunjungi banyak bandara di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri untuk pertama kali. 

Mulai dari urusan pekerjaan, diklat/training, studi banding ke bandara lain, atau untuk liburan corporate gathering. Semua biaya ditanggung kantor alhamdulillah, masya Allah :") 

Berikut daftar bandara yang saya kunjungi selama bekerja di perusahaan. Nitip catatan di blog ini ya, sebagai pengingat atas semua kebaikan yang saya dapat selama bekerja di perusahaan. 

- Bandara Soekarno Hatta Tangerang (CGK)
- Bandara Sultan Hassanudin Makassar (UPG)
- Bandara Supadio Pontianak (PNK)
- Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang (RHF)
- Bandara Sepinggan Balikpapan (BPN)
- Bandara Kualanamu Medan (KNO)
- Bandara Adi Sucipto Jogjakarta (JOG)
- Bandara Depati Amir Pangkal Pinang (PGK)
- Bandara Juanda Surabaya (SUB)
- Bandara Abdulrachman Saleh (MLG)
- Beijing Capital International Airport (PEK)
- Dalian Jinzhouwan International Airport (DLC)
- Singapore Changi Airport (SIN)
- Bandara Ngurah Rai Bali (DPS)
- Bandara Sultan Syarif Kasim II (PKU)
- Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO)

Fabi ayyi aalaa’i Rabbikuma Tukadziban”

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS Ar-Rahman)

Sumber anouncement di pesawat : https://kataanouncementpramugari.wordpress.com

18 komentar:

  1. Wuihhh... Koleksi bandaranya mantaaappp 👍👍

    BalasHapus
  2. wuah dulu saya naik pesawat pertama kalinya ke batam saat ngunjungi saudara naik sriwijaya air. MasyaAllah kesan saya waktu itu gimana cara pakai sabuk pengaman. Hahahah....masing-masing punya pengalamannya sendiri ya teh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah iya teh, jadi keingetan saya bingungnya gimana cara buka sabuk :p lupa gak ditulis di blog hehe, salam kenal tehh

      Hapus
  3. "Pengalaman pertama kali naik pesawat"... Wah pasti deg-degan tapi menyenangkan ya Yuli. Saya juga merasakan seperti yang Yuli rasakan setiap terbang, haru biru melihat bumi dari atas, indah sekali ciptaanNya. :)

    Karena tulisan Yuli, saya jadi mengingat pertama kali naik pesawat ehehe. Kala itu malah sedang dalam keadaan berduka, adik meninggal dunia, jadi karena pengen cepet-cepet pulang, mau ga mau harus naik pesawat. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Innalillahi huhu al fatihah buat adek teh Uril yaa :)

      Hapus
  4. Saya juga jarang naik pesawat, pas pertama kali naik pesawat bareng teman2 seangkatan untuk ekskursi jadinya tidak terlalu nervous. Malah lebih nervous saat naik pesawat beberapa bulan lalu karena masih pandemi dan sudah lama tidak bepergian 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. wehehe saya semenjak pandemi ini malah gak pernah naik pesawat lagi, belum tau apa bakalan nervous juga :p

      Hapus
  5. Yuli, aku juga pertama kali naik pesawat pas OJT haha, tapi pas masih kuliah tingkat 3, dari Jakarta ke Balikpapan.

    Jaman dulu kan, tiket pesawat masih yang dicetak bagus gitu, pas ngambil ke kantor Jakarta aku deg-degan banget takut ilang. Udah gitu sempat bingung ini dari bandara mana naiknya, aku ga tahu kalau Soekarno Hatta dan Cengkareng itu sama haha.

    Parah banget lah, udah gitu dulu memang dapatnya Garuda, senangnya bukan main.

    Tapi bener ya, dulu naik pesawat itu mimpi saking mahalnya, anak-anak sekarang masih bayi aja udah pada naik pesawat karena udah lebih terjangkau harga tiketnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wiiii keren teh May OJTnya di Balikpapan. Pertama coba pesawat naik Garuda mah standarnya jadi beda ya wkwk. Iya teh May, anak2 dari bayi udah naik pesawat bener banget. Alhamdulillah Allah aksih rezeki yaa :)

      Hapus
  6. Aku tu curiga orang Bandung rata-rata emang baru berkesempatan naik pesawat setelah kerja. Mungkin karena emang kemana-mana mudah dicapai dengan jalan darat kali ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya mah faktor dana teh wkwkw, tapi mungkin bisa juga karena karateristik orang sunda yang gak berani coba hal baru (?) jd selama dengan ortu ya gak akan jauh-jauh :p

      Hapus
  7. Pernah 4 hari maen di Makassar, yang paling diinget adalah kulinernyaaa!! Bahagia bgt itu semua serba enak.. Mulai dr seafood, coto, konro, mie titi, jalangkote, palubasa, enaaak semuaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. naaah iyaaa lupa gak disebut, pokoknya enak dan seru gitu gak sih teh rasa makanannya beda dengan di Jawa :p

      Hapus
  8. lebih berkesan mana mbak, naik pesawat pertama kali atau kota Makassarnya? Aku belum pernah ke Makassar euy, entah kapan kesampaian ke sana, hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dua-duanyaaa teh Risna, bener-bener gak bisa lupa hihi

      Hapus
  9. Selalu ada yang pertama ya teh, seruuu...Klo inget makasar inget makan ikan bakar maknyus banget dan es pisang ijo yg yummy.. Salam kenal teh 🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iyaa ikan bakar lupa gak ke-mention, enak banget yaa ikan laut khas timur gitu rasanya beda hehehe

      Hapus