Showing posts with label seminar. Show all posts
Showing posts with label seminar. Show all posts

Wednesday, January 10, 2018

, , , , , , ,

Catatan Seminar “Parenting Your Defiant Child” Ibu Elly Risman Bandung, 21 Oktober 2017 Part 2

Assalamualaikum, setelah sebelumnya saya telah membahas tentang 10 tips mengasuh anak defiant, saat ini saya akan membahas materi kedua dari Seminar “Parenting Your Defiant Child” oleh Ibu Elly Risman yaitu 10 Mitos Pengasuhan. Yuk kita simak satu persatu materinya.

1. Kehamilan adalah hal yang biasa

Kehamilan bukan hal yang biasa tapi merupakan hal yang luar biasa. Dengan kehamilan orang tua belajar untuk memaknai rasa syukur ketika dianugrahi buah hati. Oleh karena itu membuat jarak antar kehamilan sangat penting, agar orang tua sudah siap secara lahir dan batin untuk menerima keturunan lagi.

2. Menjadi ayah ibu adalah konsekuensi logis menikah

Menjadi orang tua bukan hanya konsekuensi logis menikah tapi menjadi orang tua itu harus siap dan punya ilmu untuk mendidik keturunan mereka. Orang tua zaman dahulu sebagian besar tidak sadar jika mereka adalah baby sitter-nya Allah, saat ini orang tua harus sadar jika orang tua adalah baby sitter-nya Allah sehingga orang tua lebih memilih untuk mengasuh anak sendiri. Dengan mengasuh anak sendiri maka anak akan merasa nyaman, “kelengkatan” antara orang tua dan anak semakin baik, anak pun tidak akan merasa cemas karena berpisah maupun kehadiran orang asing.

3. Ayah mencari nafkah ibu mengasuh anak : Pengasuhan bisa di “Ganti Tangan” kan

Ayah seharusnya tidak hanya fokus mencari nafkah, tapi juga ayah seharusnya terlibat dalam pengasuhan anak. Mengapa ayah harus terlibat dalam pengasuhan anak? Ayah harus terlibat dalam pengasuhan anak karena pada Hari Akhir nanti, ayah akan ditanya oleh Allah tentang kepemimpinannya dan pendidikannya dalam keluarga. Ayah pula penentu GBHKel (Garis Besar Haluan Keluarga) sehingga dapat merumuskan keluarga yang dipimpinnya akan menjadi keluarga seperti apa.


peran ayah di keluarga

4. Tidak punya tujuan pengasuhan

Setiap orang tua harus memiliki tujuan dalam pengasuhan anak. Orang tua harus paham bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT (QS. adz-Dzariyat: 56). Sebagai orang tua juga harus paham bahwa kelak keturunan kita akan menjadi calon istri/suami, calon ayah/ibu, sebagai professional/entrepreneur, sebagai pendidik di dalam keluarga. Sehingga orang tua harus mempersiapkan mental dan ilmu anak dengan baik sehingga anak siap menghadapi setiap perannya yang baru di masa depan.

5. Anak sama dengan orang dewasa, termasuk Berbicara

Banyak orang tua yang lupa bagaimana etika berbicara dengan anak-anak. Sebagian orang tua sering berbicara tergesa-gesa, tidak dapat membaca bahasa tubuh anak, dan tidak dapat mendengar perasaan anak sehingga apa yang ingin disampaikan orang tua kepada anak tidak tersampaikan dengan baik. Berikut tips untuk perbaiki komunikasi dengan anak: senyum, turunkan frekuensi seperi frekuensi anak, baca bahasa tubuh anak, dan dengarkan perasaan anak.

6. Sukses secara akademis penting, sekolahkan anak secepatnya, padatkan waktunya

Anak harus menikmati masa sekolah dan masa bermain mereka, jadi jangan sampai menambah rutinitas akademik di luar jam sekolah anak-anak (contohnya: les matematika).

7. Mendisiplinkan harus keras dan terus menerus menghukum untuk merubah kelakuan

Mendisiplinkan anak tidak perlu dengan cara yang keras. Cara mendisiplinkan anak dengan baik yaitu orang tua harus punya aturan dalam mendidik anak, selain itu perkenalkan juga konsekuensi dan hukuman.

8. Pendidikan agama disubkontrakkan ke orang lain

Pendidikan agama merupakan fondasi utama untuk kehidupan anak kelak sehingga Pendidikan agama jangan “disubkontrakkan” ke orang lain.  Orang tua lah yang harus mengajarkan agama kepada putra putri mereka sehingga keimanan setiap anak sudah kuat tertanam sejak kecil.

9. Pendidikan seksualitas cukup di sekolah. 

Pendidikan seksualitas pertama kali seharusnya dikenalkan oleh orang tua kepada anak-anak, bukan dari sekolah. Karena pendidik utama seksualitas anak adalah orang tua mereka masing-masing. Orang tua bisa mengenalkan Pendidikan seksualitas kepada anak dengan berlandaskan agama. Jangan merasa tabu dan saru karena hal ini sangat berpengaruh  pada sikap dan mental anak di masa depan nanti.

10. Pemberian HP dan perangkat teknologi harus secepat mungkin

Pemberian HP harus sesuai dengan kebutuhan anak, jangan sembarangan memberikan HP karena bisa berdampak pada masa depan anak.

Semoga kita sebagai orang tua bisa mengamalkan ilmu dari Ibu Elly Risman ini dengan baik yaaa.  Aamin

Continue reading Catatan Seminar “Parenting Your Defiant Child” Ibu Elly Risman Bandung, 21 Oktober 2017 Part 2

Thursday, December 28, 2017

, , , , , ,

Catatan Seminar “Parenting Your Defiant Child” Ibu Elly Risman Bandung, 21 Oktober 2017

Hari sabtu, 21 Oktober 2017 yang lalu POMG SD Tunas Unggul mengadakan seminar parenting dengan tema “Parenting Your Defiant Child.” Seminar ini menjadi sangat dinanti-nanti oleh para orang tua karena narasumber dari seminar ini adalah ibu Elly RIsman, Psi, seorang ahli yang sangat kompeten dalam bidang parenting dan psikologi anak.

Dalam seminar ini pembahasan dibagi menjadi dua materi utama. Materi pertama adalah pembahasan tentang perilaku anak defiant, apa itu Defiant Child, dan tips mengasuh anak defiant.Materi kedua adalah pembahasan 10 mitos tentang pengasuhan anak. Berikut ini ringkasan pembahasan materi pertama.

seminar Elly Risman di Bandung Oktober 2017

Anak-anak adalah permata hati (qurrota ‘ayun) bagi setiap orang tua, namun anak-anak bisa dijadian sebagai ujian dan musuh seperti tercantum dalam Al Qur’an (5:48). Defiant Child bermakna “Sebuah kondisi anak yang ditandai dengan agresivitas yang parah, sering bersikap meledak-ledak, cenderung membantah/menentang, tidak mengindahkan perintah orang tua, dan suka berprilaku menjengkelkan.” (Douglas Riley, Ph.D)

Contoh perilaku yang mencerminkan sifat defiant child antara lain ingin mengontrol orang lain, sering marah tidak jelas, mengganggu dan menyerang, menyalahkan orang lain, kurang respek, tidak patuh terhadap aturan, keras kepala, dan tidak kooperatif. Seorang anak berperilaku defiant dapat disebabkan oleh unsur bawaan/turunan atau unsur salah pengasuhan anak.

Setiap orang tua harus mengenal sifat dan watak anak masing-masing. Jika orang tua diamanahi seorang anak dengan sifat defiant maka orang tua harus tetap bersyukur dan memberkan kasih sayang penuh pada buah hati. Dengan rasa syukur dan kasih sayang, maka orang tua bisa tenang dan sabar menghadapi perilaku anak tersebut.

Berikut ini 10 tips mengasuh anak defiant/nakal:

  1. Sadari perilaku baik anak dan berikan perhatian
  2. Berikan perhatian positif pada perilaku baik dengan SSP (Senyuman, Sentuhan, Pujian)
  3. Cari lawan kata yang positif dan berikan pujian 
  4. Berikan antusias jika anak melakukan perilaku baik
  5. Berlakukan system reward
  6. Berikan insruksi/perinah hanya sekali
  7. Belajar mengabaikan
  8. Menghadapi anak yang tantrum dengan sikap yang tenang
  9. Jika harus menghukum: singkat dan jangan tunda.
  10. Puji anak sebanyak 90% dan berikan hukuman sebanyak 10%

Sekian, semoga bermanfaat! :)

Continue reading Catatan Seminar “Parenting Your Defiant Child” Ibu Elly Risman Bandung, 21 Oktober 2017