Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Minggu, 13 Maret 2016

HONEYMOON 2- TOURING MOTOR KE BATU KARAS

Kalau kata orang 1-3 bulan setelah menikah itu pasti masa hangat-hangatnya pasangan suami istri. Nah tapi berbeda dengan saya dan suami. Karena 10 hari setelah menikah suami saya harus kembali merantau kerja di Malaysia, akhirnya saya dan suami harus kuat LDM untuk sementara waktu. 

Jadi keingetan, sampai sekarang saya belum juga nulis review vendor nikahan kemarin, tapi nanti saya tulis di blog yaa. Janji :D

Hampir dua bulan setelah menikah akhirnya suami saya pulang kampung. Untuk memanfaatkan momen ini saya dan suami sepakat (dipaksa) untuk honeymoon dengan touring motor. 

Prinsip kami sewaktu touring motor ini kalau cape istirahat, kalau laper tinggal makan, kalau udah kemaleman tinggal nginep di hotel. Take it easy.

Mulai Touring


Siap-siap berangkat

Start touring dari rumah suami di Buah Batu Bandung menuju Ciamis. Mertua sudah mengingatkan apa tidak naik mobil saja, tapi karena jiwa muda yang masih bergelora kami memilih naik motor saja. 

Di Ciamis ini kami menghadiri resepsi pernikahan teman kuliah kami. Dari Bandung ke Ciamis hanya ditempuh 4 jam (140 km) dan istirahat 3x. Maklum saya baru pertama kali touring motor jadi selalu saya yang minta istirahat. Pegel lah, pengen ke WC lah, laper lah, hehe. Beda dengan suami yang udah touring motor sampai Yogyakarta.

Pernikahan Satrio-Nura

Alun-Alun Ciamis




Let's get lost!" 


Dari Ciamis perjalanan dilanjutkan ke Batu Karas. Saat berhenti membeli cemilan di Indomaret, tiba-tiba suami bilang "Gimana kalau kita coba rute baru? Jadi gak lewat jalur utama ke Batu Karas pasti seru!" 

Sebagai seseorang yang tidak suka berpetualang, awalnya saya ragu untuk setuju. Apalagi suami juga belum pernah coba jalur baru menuju Batu Karas. Tapi karena suami terus-terusan membujuk akhirnya saya pasrah juga. Masih ingat saat saya semangat dan tiba-tiba bilang "Ayo kang, Let's get lost!" 

Kemudian menyesal pernah mengucapkan kalimat itu wkwk. 

Jalur Potong Gunung 


Akhirnya kami sepakat mencoba jalur potong gunung menuju Batu Karas. 
Jalur potong gunung : 
Ciamis– Jln Raya Cijulang- Green Canyon - Batu Karas (90km). 
Jalur biasa : 
Ciamis – Banjar – Pangandaran – Green Canyon – Batu Karas (140km).

Jalur potong gunung yang kami ambil ini murni hanya lihat google maps, karena jarak tempuhnya yang lebih pendek, waktu tempuh lebih singkat hanya 2 jam, dengan PD dan sotoy akhirnya kita ambil jalur ini.

Touring menuju Batu Karas dimulai dari pukul 14.00 WIB. 

Situasi Jalur Potong Gunung



Pada awalnya jalan yang kami lewati masih bagus dan beraspal namun lama-kelamaan jalan yang kami temui semakin menyempit, semakin rusak, malahan berbatu. 

Beberapa kali kami melewati tanjakan yang terjal dan berbatu sehingga Motor Mio suami juga sampai tidak bisa naik. Saya pun harus turun dari motor karena motor harus dituntun suami untuk naik. 

Selain touring ternyata saya juga harus hiking. Oke sip. 

Dari yang awalnya ketawa-ketiwi sampai diem-dieman karena bingung jalur yang kita ambil ini bener menuju Batu Karas atau enggak. Dari yang awalnya banyak kendaraan bermotor yang lain sampai cuma sendirian di jalur yang kami lewati gak ada siapa-siapa lagi. Horor. 

Sempat terbesit ingin putar balik, tapi nanggung mungkin sudah setengah jalan. Kalau balik lagi kemungkinan bisa tengah malam baru sampai Batu Karas, jadi kami putuskan untuk lanjut saja.
 

Jalan berbatu yang kami lewati

Harus turun dari motor karena jalan yang nanjak dan berbatu



Jalan Tak Berujung


Nanya-nanya warga sekitar bilang dikit lagi sampai, dikit lagi sampai tapi gak sampai-sampai. Saat itu definisi dikit lagi benar-benar dipertanyakan. Haha. 

Hari juga udah semakin sore. Sempet takut kalau sampai malem kami gak nemu jalan gede mau nginep dimana. 

Suami dengan tenang bilang kalau kemaleman ya nginep di rumah warga aja. Saya pun panik, akhirnya banyak-banyak berdoa semoga gak harus sampai nginep di rumah warga, semoga magrib sudah sampai Batu Karas. Huhuu.

Saat hari semakin sore sampailah kami di jalan kecil yang mulai ramai, dan banyak motor yang menuju arah yang berlawanan. Suami bilang ini pertanda baik mungkin di depan jalan raya. 

Karena lapar, kami juga berhenti sebentar di pinggir jalan saat temui bapak yang berjualan durian. Mungkin itu durian terenak yang saya makan, karena makan di tengah kondisi serba kebingungan dan berada di tempat antah berantah. Hehehe.

Bertemu Jalan Besar


Alhamdulillah mungkin 2 km dari tempat kami beli durian, akhirnya kami bertemu juga dengan jalan utama menuju Green Canyon. Saya dan suami menghela nafas dan tidak hentinya mengucap syukur. Saat itu juga adzan magrib berkumandang. Alhamdulillah.

Akhirnya pukul 19.00 saya dan suami sampai juga di Batu Karas.  Niat awalnya hanya 2 jam perjalanan jadi 5 jam perjalanan wkwk. Karena sangat capek dan tidak bisa mikir mau menginap dimana, akhirnya kami langsung booking hotel yang pertama kami temui. 

Malam itu kami menginap di Hotel Teratai dengan room rate 400rb/malam. Fasilitas yang kami dapat yaitu kamar AC, TV, shower air panas dan air dingin, juga sarapan pagi. Letak Hotel Teratai menurut saya cukup strategis karena dekat dengan pantai. 

Hotel Teratai Batu Karas


Pelajaran yang Bisa Diambil


Pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan ini adalah :
- Jangan langsung percaya sama google maps karena google maps tidak menampilkan kondisi jalan yang akan kita lewati. Harus diverifikasi dulu dengan nanya warga sebelum akan pilih jalur atau googling kondisi jalan yang akan kita lewati.
- Jika memang niat berpetualangan ke daerah yang belum dikenal sebaiknya dari pagi hari, waktu tempuh lebih panjang. Jika sore atau malam dikhawatikan terjadi kriminalitas atau hal-hal yang tidak diinginkan.

Alhamdulillah Allah masih melindungi saya dan suami sehingga bisa sehat selamat sampai tujuan. Perjalanan yang menegangkan tapi gak mungkin dilupakan, sebagai bahan cerita ke anak-anak nanti hehe. Cerita selanjutnya tentang  body rafting Green Canyon dapat dilihat di sini yaa :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar