Senin, 24 Februari 2020

Tips Manajemen Keuangan Pribadi dan Rumah Tangga

Berapapun gaji yang seseorang terima, kalau orang tersebut tidak bisa manage keuangan dengan baik ya pasti tidak ada uang yang tersisa/ ada hasilnya. Ini juga yang terjadi pada beberapa karyawan saya di Bajuyuli. Karyawan mengeluhkan gaji tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, ingat kebutuhan ya bukan keinginan, padahal gajinya naik tapi kok masih mengeluh juga. Setelah ditelurusi memang ternyata mayoritas karyawan tidak paham ilmu managemen keuangan, tidak paham mana yang lebh prioritas. Berikut ini pelatihan yang diberikan ke karyawan tentang managemen keuangan. Materi ini sangat simple dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat :)

1. Evaluasi kondisi keuangan


Evaluasi ini bertujuan apa kita sudah mengelola keuangan pribadi/rumah tangga dengan baik. Jangan sampai kita rutin menerima gaji tiap bulan tapi selalu habis tak bersisa. Atau jangan-jangan kita punya hutang dimana-mana karena gaji habis untuk gaya hidup bukan untuk kebutuhan.

2. Catat Pemasukan Bulanan


Ini penting, mencatat adalah kunci sukses managemen keuangan. Dengan mengetahui pemasukan rutin setiap bulan kita bisa membuat anggaran keuangan dan mengetahui kenaikan/penurunan pemasukan per bulannya.
- Kumpulkan slip gaji yang diterima setiap bulannya
- Tulis pemasukan di buku khusus anggaran
- Lakukan rutin setiap awal bulan/ setiap sudah menerima gaji

3. Catat dan Klasifikasikan Pengeluran Bulanan


a. Kebutuhan primer, kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap orang untuk menjalani hidup yang layak
b. Kebutuhan sekunder, kebutuhan yang dipenuhi jika kebutuhan primer sudah terpenuhi (pelengkap kebutuhan primer)
c. Kebutuhan tersier, kebutuhan yang tidak terlalu dibutuhkan dan umumnya dianggap barang yang mewah. Kebutuhan ini hanya dipenuhi jika primer & sekundernya sudah dipenuhi

Kebutuhan Primer 
Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan Tersier
Pangan (makanan & minuman
Kontrakan/ tempat tinggal
Biaya sekolah anak
Sumbangan ke orang tua
Biaya operasional rumah (listrik, gas, air, sabun, minyak dll)
Membayar hutang
Pakaian/Popok Bayi
Internet/ pulsa
Tabungan
Transportasi
Jajan

Hiburan
Rekreasi/ liburan
Gadget/ alat elektronik
Makan di restoran
Rokok
Pengasuh anak
Cicilan


Setelah kita mengetahui prioritas/klasifikasi pengeluaran bulanan maka tugas kita adalah CATAT pengeluaran rutin setiap bulannya. Kumpulkan bon pengeluaran dan catat di buku khusus anggaran.

4. Buat Anggaran Keuangan 


Setelah mencatat pemasukan dan pengeluaran bulanan, selanjutnya adalah kurangi total pemasukan dan total pengeluaran. Maka akan didapat saldo (+)/(-)

a. Jika saldo akhir positif, kita bisa menyimpulkan berapa banyak uang yang bisa kita tabung di akhir bulan/untuk dana darurat.
b. Jika saldo akhir negatif, berarti kita harus mengurangi pengeluaran atau belajar berhemat karena artinya kita telah mengeluarkan uang lebih banyak daripada yang didapatkan. 

Langkah Penghematan :
  • Mengurangi belanja pakaian
  • Berhemat dengan mencuci baju dalam volume besar
  • Mengurangi hiburan yang mahal dan tidak penting
  • Berhenti merokok 
  • Membawa makan bekal ke kantor dan kurangi jajan. 
  • Mengurangi cicilan motor baru dan menggantinya dengan motor bekas yang masih layak pakai.
  • Mengurangi menonton video youtube yang kurang bermanfaat dan berhenti main game online

5. Miliki Dana Darurat


Dana darurat adalah dana terpisah/tabungan yang tidak bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari dan hanya digunakan untuk hal-hal yang darurat saja. Apa saja hal-hal darurat itu? PHK, musibah, kecelakaan, dll. Dengan adanya dana darurat diharapkan kita tidak perlu berhutang jika suatu saat terkena musibah dan keluarga masih bisa hidup layak untuk beberapa bulan. Metode untuk menyimpan dana darurat adalah dengan menabung rutin setiap bulan sedikit demi sedikit. Jumlah ideal dana darurat pada umumnya
- 3x biaya pengeluaran rutin  untuk single
- 6x biaya hidup untuk keluarga


6. Tips Ketika Gajian 


  • Buat buku anggaran khusus untuk mencatat pemasukan & pengeluaran
  • Setelah gajian, ambil uang di ATM sejumlah dengan kebutuhan primer yang sudah dicatat sebelumnya.
  • Pisahkan uang yang sudah di ambil di ATM untuk kebutuhan primer sesuai kategori di dalam amplop
  • Tulis detail keterangan jenis pengeluaran di setiap amplop, misalnya untuk makan, untuk biaya anak sekolah, untuk transportasi, dll.
  • Biasakan disiplin, jangan gunakan uang di amplop kebutuhan primer untuk kebutuhan yang lain.
  • Dengan metode seperti di atas, kebutuhan primer diharapkan bisa terpenuhi dan tidak kekurangan.
  • Selanjutnya dana untuk kebutuhan sekunder bisa diambil di ATM sesuai anggaran dan kebutuhan.
  • Jika dana masih tersisa jangan tergoda menggunakan sisa uang di ATM/tabungan untuk kebutuhan tersier setiap bulan. 
  • Dana sisa di ATM bisa disimpan sebagai tambahan tabungan/dana darurat.

Buat yang mau coba membuat anggaran keuangan pribadi/rumah tangga bisa langsung klik template yang sudah kami siapkan ya
>>> Link Template Anggaran Keuangan Rumah Tangga @bajuyuli

Alhamdulillah keluarga saya maupun bisnis Bajuyuli sudah menerapkan manajemen keuangan ini sehingga kami sudah berhasil menyimpan/menerapkan dana darurat jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Goals kedepannya saya dan suami ingin sekali mencapai FINANCIAL FREEDOM, doakan saja ya semoga tercapai. Cheers :)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar