Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Monday, April 12, 2021

Pengalaman Anak Isolasi di Rumah Sakit Suspect Covid




Bismillah mau sharing pengalaman yang menguras emosi dan jiwa raga. Cerita ini sebagai pengingat bahwa Allah tidak membebani diluar kemampuan hamba-Nya. Pengingat bahwa kematian sangatlah dekat. 

Masuk UGD


Setelah hampir 4 hari abang demam, batuk dan sesak akhirnya saya dan suami memutuskan untuk bawa abang ke UGD RS Hermina Bandung. Sesampainya di UGD, abang langsung dironsen dan didapat bahwa paru-paru abang mengalami infeksi. Setengah paru-parunya putih yang artinya sudah terjadi pertukaran O2 dengan CO2. Subhanallah.


Dokter anak bilang abang sakit pneumoni dan kondisinya sudah gawat. "Banyak-banyak doa ya Bu." Hati langsung hancur, nangis terus-terusan dan berdoa semoga abang bisa pulih lagi.

Abang harus masuk ke ICU. Tapi harus masuk juga isolasi covid, karena gejala mirip-mirip covid (suspect). Sakit covid atau tidaknya harus ditentukan dengan tes PCR sebanyak 2x. Jadi selama menunggu hasil PCR keluar, abang harus dirawat di ICU Isolasi Covid. 

Masuk Ruang Isolasi


Sebagai pasien suspect, abang sendirian di ruangan dan tidak disatukan dengan pasien positif. Alhamdulillah. Di ruangan ICU Isolasi covid juga ada cctv di dalamnya untuk memonitor pasien yang gawat.


CCTV di kamar ICU Isolasi


Untuk pasien suspect/positif dewasa tidak boleh ditemani. Tapi untuk anak-anak ada pengecualian. Boleh ditemani salah satu orang tua dengan syarat hasil antigen negatif dan memakai full APD karena takut terpapar virus. APD juga tidak boleh dipakai berulang-ulang, jadi hanya sekali pakai.

Karena abang masih berusia 4 th akhirnya saya putuskan untuk menemani abang di dalam. Hasil tes antigen saya juga negative. Pasrah berdoa kepada Allah semoga semua dimudahkan. 

Rincian APD yang dipakai:
- Gown/hazmat
- Sarung tangan latex
- Masker N95
- Masker medis
- Penutup kepala
- Penutup kaki
- Sepatu Booth (dipinjamkan RS)
- Faceshield (dipinjamkan RS)


Foto di ruang khusus APD sebelum masuk pintu isolasi (satu arah)


Pendamping tidak boleh makan dan minum di dalam ruang isolasi. Untuk BAK dan BAB juga awalnya tidak diperbolehkan tapi alhamduliah akhirnya ada suster yang membolehkan. Karena kebayang kesiksa banget seharian nahan BAK :(( 

Jika ingin keluar ruang isolasi, APD harus langsung dibuang dan wajib mandi terlebih dahulu. Jika ingin masuk kembali bisa pakai APD yang baru. Harga satu set APD sekitar 200rb/set dan bisa dibeli langsung di apotek rumah sakit. Untuk APD tidak ditanggung BPJS/Kemkes, waktu itu saya beli 5 set APD habis biaya 1jt.  


Saat menemani abang saya keluar sehari 1x untuk ketemu si bungsu (2,5th), makan berat, minum dan bersih-bersih kurang lebih selama 2 jam. Sedih memang meninggalkan abang sendirian di kamar isolasi, tapi ya mau bagaimana lagi karena saya tidak bisa gantian dengan suami, jadi saya harus keluar untuk istirahat. 

Menurut abang, selama saya pergi, tidak ada seorang pun perawat yang sering menengok kamar abang :( Hanya ada 1-2x perawat datang mengantar makan lalu pergi lagi.



Foto di ruangan sebelum pintu keluar ruang isolasi (satu arah)

Faceshield, booth, hazmat, APD sekali pakai dipisah per drum


Tempat bersih-bersih di pintu keluar ruang isolasi 



Selama di Ruang Isolasi


Ruang isolasi di rumah sakit Hermina Pasteur ada di lantai 5 dan lantai 6 (khusus VIP). Pasien covid cukup banyak tapi ada beberapa ruangan yang kosong juga. Menurut suster jumlah pasien sekarang jauuh berkurang dibanding awal-awal pandemi. Alhamdulillah


Lantai 5 ruang isolasi dan petugas ber-APD


Suster, apoteker, dokter, cleaning service yang bertugas di Ruang Isolasi juga memakai APD lengkap. Dari ruang isolasi sebesar itu, suster yang bertugas hanya 2-3 orang. Cleaning service 1 orang, apoteker 2 orang. Wajar ditempatkan petugas sesedikit mungkin untuk mengurangi kontak dengan pasien positif.

Jangan dibayangkan pelayanan optimal di ruang isolasi ya. Sepengamatan saya, ruangan dan WC dibersihkan hanya 1x sehari. Seprei kasur diganti jika basah banget. Makanan dikasihkan telat. Anak sarapan sekitar jam 07.00, makan siang bisa jam 13.00, makan malam bisa jam 19.00. 

Suster juga susah ditemui karena sangat mobile. Jika ada hal urgent kita bisa tekan bel dan terhubung dengan bagian admin ruang isolasi. Admin ruang isolasi juga memberi kabar kepada keluarga pasien jika ada kabar terbaru.

Di ruang isolasi juga saya melihat dengan mata kepala sendiri ada bayi positif usia 1 bulan ditinggal sendirian. Ada juga yang berpulang. Ada juga ibu bapak yang berjuang dengan ventilator. Sungguh sebaik-baiknya pengingat adalah kematian.

Untuk biaya selama di ruang isolasi itu ditanggung oleh Kementerian Kesehatan. Baik suspect/positif tidak mengeluarkan biaya. Mulai dari biaya kamar, dokter, perawat, obat, tes-tes, makan, dlsb. Alhamdulillah.


Hasil Tes PCR Negative



Tes PCR pertama dilakukan saat awal masuk UGD dan hasilnya baru keluar 2-3 hari setelahnya. Setiap ada suster visit, saya selalu menanyakan apa hasilnya sudah keluar atau belum, tapi jawabannya selalu belum. Hingga hari ke 3, tiba-tiba ada petugas lab yang masuk kamar dan bilang mau tes swab lagi. 

Masya Allah feeling saya langsung bilang kalau abang negative. Karena jika abang positif tidak akan ada tes swab lagi. Setelah dikonfirmasi alhamdulillah hasilnya negatif. Sujud syukur bahagia.

Hasil tes kedua didapat ketika saya keluar ruang isolasi untuk sahur karena itu adalah hari pertama ramadhan. Suster mengabari kalau hasil tes kedua abang negatif. Abang boleh pindah dari ruang isolasi. Alhamdulillaaaaaaah berkah ramadhan.

Kenapa tes PCR harus dilakukan 2x? Agar diagnosis hasilnya akurat, tidak false negative. 


Treatment 


Beberapa treatment yang dilakukan agar anak pulih dari sakit pneumonia antara lain : 

1. Pemberian oksigen

Awalnya pemberian oksigen melalui selang kecil di hidung, tapi saturasi abang tidak naik optimum hanya 92-94%. Akhirnya naik level ke masker oksigen, alhamdulillah setelah pakai masker oksigen saturasinya naik jadi 98-100%. 

Dokter bilang kalau dengan masker oksigen gak naik optimum, harus pakai ventilator. Alhamdulillah gak sampai perlu. 


2. Pemantauan saturasi dan detak jantung

Abang dipasang suatu alat di jempol kaki sehingga saturasi dan detak jantung langsung terhubung di monitor. Melihat monitor ini ngebuat trauma, apalagi kalau sampai bunyi. Karena kalau alatnya bunyi saturasi menunjukan di bawah 93%. Biasanya alat bunyi ketika anak lepas oksigen untuk makan. 


Oia saat di RS, suami membeli alat oxymeter yang sama percis seperti di RS agar bisa memantau saturasi anak. Alat saturasi anak berbeda dengan dewasa ya, karena jempol anak sangat kecil jadi alatnya harus fit pada jempol anak. 

Jika anak pakai alat saturasi orang dewasa, pengalaman saya hasilnya berbeda jauh. Tapi tenang, alat oxymeter anak juga bisa dipakai dewasa. Harga 400rb. 






3. Pemberian Infus

Antibiotik dan penurun demam diberi via infus. Untuk dosisnya saya kurang tahu, tapi memang cukup sering. Di hari ke-7 tiba-tiba abang demam lagi sehingga alat infus harus diganti posisinya, kasian.

4. Nebu 3x sehari

5. Fisioterapi dengan sinar infrared pada paru 1x sehari untuk pemulihan paru.

6. Obat antibiotik oral 2x sehari setelah makan.

7. Rontgen berkala. 

Selama di RS abang dironsen 4x untuk mengecek perkembangan paru-paru. Saat itu juga ada cairan di paru-paru abang alhamdulillah masih di batas normal dan cairan disebabkan karena pneumonia. 

8. Makan bubur 3x sehari/minum air hangat dan susu pediasure. 

Alhamdulillah setelah 4 hari di ICU dan 5 hari di perawatan biasa, abang bisa pulang dari RS. Tanda sudah boleh pulang antara lain tidak demam, sudah ceria, dahak sudah dikeluarkan via batuk dan pup, nafsu makan membaik dan paling penting anak sudah bisa bernafas tanpa oksigen (saturasi normal).

Pemulihan sakit pneumonia juga cukup lama. Saat pulang dari RS, kami dibekali obat antibiotik untuk satu bulan ke depan dan wajib kontrol 1 bulan setelah pulang RS. Saat kontrol 1 kemudian, abang ronsen kembali dan alhamdulillah semua normal. 

Abang sehat dari penyakit pneumonia yeay :)


Sugesti positif



Jujur pengalaman di ruang isolasi benar-benar membuat saya dan anak saya takut dan stress. Pantes banyak pasien covid lebih memilih isolasi mandiri di rumah jika kondisi sehat dibanding isolasi di rumah sakit, karena insya Allah recovery lebih cepat. 

Membayangkan berada sendirian di ruang isolasi tanpa ada support dari keluarga pasti hal yang sulit. Beberapa ruangan juga tidak ada sinar matahari yang masuk, sehingga sirkulasi udara juga kurang baik. Doa dan sugesti positif sangat dibutuhkan agar imun menjadi baik dan kondisi kembali sehat.

Semoga kejadian ini tidak pernah terulang lagi, semoga nakes sehat selalu, dan semoga semua yang sakit/terpapar lekas sehat kembali pulih. Aamiin 



Sehat seterusnya ya abang.
Ibu sayang abang. 



Continue reading Pengalaman Anak Isolasi di Rumah Sakit Suspect Covid

Friday, March 6, 2020

,

Review Promo Menginap di Hotel Aryaduta Bandung Tahun 2020


Bismillah. Jadi saya sekeluarga memang sudah beberapa kali liburan di hotel dalam kota sendiri hehe. Mengingat waktu luang yang  sangat terbatas, jadi liburan semalam di hotel salah satu solusi agar tidak jenuh dari aktivitas rutin.  Terakhir kami menikmati promo Epic Sale Traveloka, menginap di Hotel Grandia Bandung.

Kali ini saya dapat promo hotel lagi tapi dari rekan alumni kampus. Rate promo Hotel Aryaduta Bandung jadi 500rb/malam dari harga normal sekitar 800rb-1jt/malam untuk kamar tipe business + breakfast. Hotel Aryaduta ini hotel yang cukup tua, dulu zaman sekolah di SMAN 3 Bandung, 15 thn lalu, selalu ngelewatin hotel ini (dulu namanya hotel Hyatt). Oia lokasi Hotel Aryaduta ini juga sangat strategis di tengah kota, deket ke Balai Kota, pusat perbelanjaan, taman bermain, bahkan ada pintu penghubung dari hotel ke Mall BIP.

Lift Lobby

Suasana Lobby


Kamar Hotel

Kamar Tipe Business luasnya 34m2 cukup luas dan full karpet jadi aman banget buat bayi kesana kemari. Fasilitas kamar standar hotel bintang 4 dan lengkap (TV, brankas, kulkas mini, peralatan mandi lengkap, teh kopi, dll). Tapi yang bikin senang adalah kamar mandinya dengan bathub. Hehehe. Kamarnya bersih dan terawat. Interior hotel dengan dinding marmer pun ngebuat hotelnya terlihat megah. Saya sekeluarga dapat kamar No 810 yang mengahadap timur jadi bisa lihat matahari terbit dan berjemur.








View dari kamar

Sunrise dari kamar

Sarapan

Restaurant letaknya ada di lantai M. Pilihan menunya banyak, makanannya enak-enak, petugasnya juga sigap ngambil piring-piring kosong. Tapi maaf ga ada foto-fotonya hehe.


Kolam Renang dan Kids Playground


Nah ini lokasi favorit anak-anak, letaknya ada di lt 3. Selain kolam renang dan kids playground, di lt3 ini juga ada taman mini, fitness centre, spa dan lapangan tenis. Tapi kami hanya berkunjung ke taman, kolam renang dan kids playground aja.

Taman Swargaloka

Kolam Renang Aryaduta

Gazebo Kolam Renang


Kolam renang terdiri dari kolam anak dan dewasa. Sekeliling kolam renang ada gazebo untuk bersantai. Fasilitas kolam renang lengkap (bisa sewa ban renang, beli perlengkapan renang, ada kamar bilas dan ganti) dan disediakan handuk juga bagi pengunjung.

Mandi Bola Di Playground



Kids playground disini kayanya cocok untuk anak-anak TK ke bawah. Ada ayunan, perosotan, mandi bola, mewarnai, dll. Abang dan ade pun betah main disana. 

So far puas sih staycation di Hotel Aryaduta Bandung, rencana awalnya mau main juga ke Taman Lalu Lintas tapi gak jadi karena anak-anak lebih milih berenang dan main di playground pagi dan sore. Semoga bermanfaat ya :)


>> Review Hotel Padma Bandung bisa cek link ini >>

Continue reading Review Promo Menginap di Hotel Aryaduta Bandung Tahun 2020

Monday, February 24, 2020

, ,

Tips Manajemen Keuangan Pribadi dan Rumah Tangga

Berapapun gaji yang seseorang terima, kalau orang tersebut tidak bisa manage keuangan dengan baik ya pasti tidak ada uang yang tersisa/ ada hasilnya. Ini juga yang terjadi pada beberapa karyawan saya di Bajuyuli. Karyawan mengeluhkan gaji tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, ingat kebutuhan ya bukan keinginan, padahal gajinya naik tapi kok masih mengeluh juga. Setelah ditelurusi memang ternyata mayoritas karyawan tidak paham ilmu managemen keuangan, tidak paham mana yang lebh prioritas. Berikut ini pelatihan yang diberikan ke karyawan tentang managemen keuangan. Materi ini sangat simple dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat :)

1. Evaluasi kondisi keuangan


Evaluasi ini bertujuan apa kita sudah mengelola keuangan pribadi/rumah tangga dengan baik. Jangan sampai kita rutin menerima gaji tiap bulan tapi selalu habis tak bersisa. Atau jangan-jangan kita punya hutang dimana-mana karena gaji habis untuk gaya hidup bukan untuk kebutuhan.

2. Catat Pemasukan Bulanan


Ini penting, mencatat adalah kunci sukses managemen keuangan. Dengan mengetahui pemasukan rutin setiap bulan kita bisa membuat anggaran keuangan dan mengetahui kenaikan/penurunan pemasukan per bulannya.
- Kumpulkan slip gaji yang diterima setiap bulannya
- Tulis pemasukan di buku khusus anggaran
- Lakukan rutin setiap awal bulan/ setiap sudah menerima gaji

3. Catat dan Klasifikasikan Pengeluran Bulanan


a. Kebutuhan primer, kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap orang untuk menjalani hidup yang layak
b. Kebutuhan sekunder, kebutuhan yang dipenuhi jika kebutuhan primer sudah terpenuhi (pelengkap kebutuhan primer)
c. Kebutuhan tersier, kebutuhan yang tidak terlalu dibutuhkan dan umumnya dianggap barang yang mewah. Kebutuhan ini hanya dipenuhi jika primer & sekundernya sudah dipenuhi

Kebutuhan Primer 
Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan Tersier
Pangan (makanan & minuman
Kontrakan/ tempat tinggal
Biaya sekolah anak
Sumbangan ke orang tua
Biaya operasional rumah (listrik, gas, air, sabun, minyak dll)
Membayar hutang
Pakaian/Popok Bayi
Internet/ pulsa
Tabungan
Transportasi
Jajan

Hiburan
Rekreasi/ liburan
Gadget/ alat elektronik
Makan di restoran
Rokok
Pengasuh anak
Cicilan


Setelah kita mengetahui prioritas/klasifikasi pengeluaran bulanan maka tugas kita adalah CATAT pengeluaran rutin setiap bulannya. Kumpulkan bon pengeluaran dan catat di buku khusus anggaran.

4. Buat Anggaran Keuangan 


Setelah mencatat pemasukan dan pengeluaran bulanan, selanjutnya adalah kurangi total pemasukan dan total pengeluaran. Maka akan didapat saldo (+)/(-)

a. Jika saldo akhir positif, kita bisa menyimpulkan berapa banyak uang yang bisa kita tabung di akhir bulan/untuk dana darurat.
b. Jika saldo akhir negatif, berarti kita harus mengurangi pengeluaran atau belajar berhemat karena artinya kita telah mengeluarkan uang lebih banyak daripada yang didapatkan. 

Langkah Penghematan :
  • Mengurangi belanja pakaian
  • Berhemat dengan mencuci baju dalam volume besar
  • Mengurangi hiburan yang mahal dan tidak penting
  • Berhenti merokok 
  • Membawa makan bekal ke kantor dan kurangi jajan. 
  • Mengurangi cicilan motor baru dan menggantinya dengan motor bekas yang masih layak pakai.
  • Mengurangi menonton video youtube yang kurang bermanfaat dan berhenti main game online

5. Miliki Dana Darurat


Dana darurat adalah dana terpisah/tabungan yang tidak bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari dan hanya digunakan untuk hal-hal yang darurat saja. Apa saja hal-hal darurat itu? PHK, musibah, kecelakaan, dll. Dengan adanya dana darurat diharapkan kita tidak perlu berhutang jika suatu saat terkena musibah dan keluarga masih bisa hidup layak untuk beberapa bulan. Metode untuk menyimpan dana darurat adalah dengan menabung rutin setiap bulan sedikit demi sedikit. Jumlah ideal dana darurat pada umumnya
- 3x biaya pengeluaran rutin  untuk single
- 6x biaya hidup untuk keluarga


6. Tips Ketika Gajian 


  • Buat buku anggaran khusus untuk mencatat pemasukan & pengeluaran
  • Setelah gajian, ambil uang di ATM sejumlah dengan kebutuhan primer yang sudah dicatat sebelumnya.
  • Pisahkan uang yang sudah di ambil di ATM untuk kebutuhan primer sesuai kategori di dalam amplop
  • Tulis detail keterangan jenis pengeluaran di setiap amplop, misalnya untuk makan, untuk biaya anak sekolah, untuk transportasi, dll.
  • Biasakan disiplin, jangan gunakan uang di amplop kebutuhan primer untuk kebutuhan yang lain.
  • Dengan metode seperti di atas, kebutuhan primer diharapkan bisa terpenuhi dan tidak kekurangan.
  • Selanjutnya dana untuk kebutuhan sekunder bisa diambil di ATM sesuai anggaran dan kebutuhan.
  • Jika dana masih tersisa jangan tergoda menggunakan sisa uang di ATM/tabungan untuk kebutuhan tersier setiap bulan. 
  • Dana sisa di ATM bisa disimpan sebagai tambahan tabungan/dana darurat.

Buat yang mau coba membuat anggaran keuangan pribadi/rumah tangga bisa langsung klik template yang sudah kami siapkan ya
>>> Link Template Anggaran Keuangan Rumah Tangga @bajuyuli

Alhamdulillah keluarga saya maupun bisnis Bajuyuli sudah menerapkan manajemen keuangan ini sehingga kami sudah berhasil menyimpan/menerapkan dana darurat jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Goals kedepannya saya dan suami ingin sekali mencapai FINANCIAL FREEDOM, doakan saja ya semoga tercapai. Cheers :)  
Continue reading Tips Manajemen Keuangan Pribadi dan Rumah Tangga

Saturday, January 25, 2020

, ,

Pengalaman Serunya Epic Sale Traveloka 2019

Tahun 2019 lalu adalah kali kedua saya coba ikutan promo Epic Sale Traveloka. Tahun 2018 nyoba ikutan tapi gagal dapet promo. Jadi Epic Sale Traveloka ini salah satu event promo Traveloka yang hanya berlangsung beberapa hari dan hanya via aplikasi hp saja. Promonya ada banyak, hotel, penerbangan, attraction, dll. Di epic sale ini ada juga namanya Epic Hour, jadi pada jam-jam tertentu diskonnya jauh lebih besar. Saya pribadi hanya cek Epic Hour hotel untuk staycation bareng keluarga hehe. 


Sebelum hari H promo dimulai, temen-temen di WAG udah mulai kasih reminder untuk set alarm kalau waktunya Epic Hour tiba. Ini serunya kalau bareng-bareng cari promo jadi saat hari H tiba saling nyemangatin dan kasih info kalau promo paling banyak dimana aja :D 

Hari Pertama Promo 

Epic Hour Hotel dimulai pukul 12.00 WIB. Jadi dari beberapa menit sebelumnya saya udah buka apps Traveloka dan pilih hotel serta tanggal menginap. Waktu itu saya pilih Hotel Swiss Bell Resort Dago Bandung. Karena waktunya dzuhur saya sholat dzuhur dulu.  Selesai sholat pukul 12 lebihan saya langsung cek apps Traveloka lagi daaan harganya beneran sale jadi 200rb-an/kamar biasanya harga normal 1jt an/kamar.

Alhamdulillah dimudahkan dan langsung bisa checkout untuk pembayaran. Karena takut habis waktu pembayaran langsung saya bayar. Dan JENGJEENG ada email dari Traveloka, kalau ternyata direfund karena salah nominal pembayaran :( Cry

Wahhh langsung sedih seketika salah satu angka doang. Cek lagi apps Traveloka harga udah berubah lagi jadi 800rb-an mahaaal. Temen-temen di group mulai lapor dapet macem2 hotel bintang 4-5 di Bandung dengan harga yang murah. Sampai akhir waktu Epic Hour pun gak dapet harga promo yang diinginkan.  Cry lagi... 

Ini beberapa harga Epic Sale yang temen-temen saya dapet di hari pertama promo. 

Time limit Excedeed artinya waktu bayar sudah habis. Waktu itu ada beberapa temen yang galau juga, jadi gak yah, bayar gak yah, tapi ujungnya nyesel juga karena kehabisan waktu wkwk. Nah bisa dilihat yaa harganya bener-bener murah range 150-300rb dari harga normal 600-1jt. Jadi memang worted banget Epic Sale Traveloka ini.

Hari Kedua Promo

Proses refund akhirnya saya jalankan juga haha. Masih semangat mengejar promo. Ternyata oh ternyata promo hari kedua tidak sedahsyat hari pertama. Untuk hotel Swiss Bell Resort Dago Pun harganya di atas 800rb semua. Laporan temen-temen di group juga sama harganya gak ada yang menarik. Teringat kejadian kemarin akhirnya saya coba refresh terus appsnya akhirnya random ketemu hotel yang harganya miring. Hotel Grandia Cihampelas dengan harga 100rb-an/kamar harga normal 500-600rb/kamar. Gak pikir panjang langsung booking dan bayar. Alhamdulillah kali ini berhasil gak salah nominal lagi :p 



Itulah pengalaman saya dan temen-temen serunya ikut Epic Sale Traveloka 2019. Masih rezeki saya dapet hotel berdiskon. Ada beberapa temen lain yang bahkan buka apps Traveloka pun gak bisa saking banyaknya traffic orang yang buka apps ini. Atau saat sudah bisa checkout tiba-tiba pesannya hilang atau aplikasinya error. Ada juga yang ga muncul-muncul harga diskonnya jadi yang muncul harga normal. Jadi bener-bener rezeki sih menurut saya, belum nemu strategi yang tepat. Hehe

Bonus foto saat berhasil staycation di Hotel Gradia Cihampelas :D

Tahun 2020 wajib ikut Epic Sale Traveloka lagi ah, siapa tau dapet hotel yang lebih mewah harga miring. Wish me luck. Ada yang punya bocoran tahun ini Epic Sale Traveloka jatuh di tanggal berapa? :D
Continue reading Pengalaman Serunya Epic Sale Traveloka 2019