Rabu, 22 April 2020

Pengalaman Dampak Virus Corona Bagi UMKM Baju Muslim Anak Bajuyuli

Bismillah

Per hari ini, 22 April 2020, warga Indonesia yang positif virus corona 7135 orang, Sembuh 842 orang dan meniggal 616 orang. Jika dilihat dari segi jumlah memang bukan jumlah yang sedikit sehingga pemerintah menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah dilakukan beberapa kota. Hari ini juga diterapkan PSBB di area Bandung Raya (Bandung, CImahi, Kab Bandung, dan Kab Bandung Barat).

Pandemik ini sangat mempengaruhi kondisi hampir semua jenis usaha, tak terkecuali bisnis saya https://bajuyuli.com/. Penjualan dari bulan Februari, Maret dan April 2020 memang mengalami kenaikan setiap bulannya. Tapi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya omzet yang kami dapat saat ini mengalami penurunan sekitar 50-60%. Bagi bisnis baju muslim anak yang biasanya mengalami puncak penjualan di bulan ramadhan, dengan kondisi pasar yang tidak menentu seperti kami harus benar-benar putar otak.

Beberapa strategi dipilih agar pemasukan tetap ada.

- Karyawan Bajuyuli tetap masuk kerja dan operasional seperti biasa. Hal ini agar perusahaan tidak terlalu "rugi" dan produktivitas karyawan tetap terjaga.
- Gencar promo, promo diskon dan promo gratis ongkir. Jika sampai akhir lebaran stock masih banyak mungkin akan diadakan obral besar-besaran
- Karena saat ini penjualan cenderung sepi, maka optimalkan jobdesk karyawan/tambah jobdesk baru yang bisa menambah nilai tambah untuk perusahaan.
- Langkah yang sudah dilakukan adalah mengaktifkan kembali Tim Youtubers setidaknya bisa menambahkan video-video baru untuk channel youtube yang sudah ada
- Bagi karyawan yang non skillfull diminta untuk membuat kerajinan tangan dari barang-barang sisa yang ada di kantor seperti sisa majun, bekas lakban, renda. Benda-benda kerajinan tangan ini dikasihkan ke customer, lumayan bisa menambah engagement customer ke perusahaan.

Contoh kerajinan tangan yang sudah dibuat

Alhamdulillah bersyukur sekali usaha kami masih diberi pemasukan, insya Allah hak-hak karyawan pun masih dapat dibayarkan. Tapi memikirkan usaha UMKM lain yang benar-benar tutup gak ada penghasilan sama sekali ngebuat sedih. Bener-bener sedih. Saat ini memang sudah waktunya yang mampu membantu masyarakat bawah.

Sebenernya dengan kampanye #diamdirumah atau #workfromhome (#wfh) yang dikampanyekan dimana-mana sempat membuat saya dan suami "tertekan". "Tertekan" karena saya pribadi masih memberlakukan kerja ke kantor untuk seluruh karyawan kami. Usaha kami tetap buka tentu dengan segala pengurangan jam kerja, sistem shift, jaga jarak, isolasi kantor dan usaha pencegahan penularan lainnya. Jadi miris sekali ketika ada yang berpendapat, kok masih banyak aja orang yang berkeliaran di luar sana, bukannya diam aja di rumah. Ya mereka mungkin tidak tahu, karena mash banyak orang yang berikhtiar agak keluarganya masih bisa makan setiap harinya.

Jadi kalau kami tidak berjualan memangnya ada yang mau menanggung beban gaji dan THR karyawan? Saya rasa gak akan ada yang mau. Bahkan tunjangan bagi pekerja yang terkena dampak COVID-19 dari pemerintah pun kabarnya tidak bisa semua orang dapat. Akan dilakukan screening untuk pekerja yang layak mendapatkan bantuan tersebut. Wallahuallam

Dampak Corona terhadap PHK Pekerja


Insya Allah keputusan yang dibuat memang keputusan untuk kepentingan bersama. Setidaknya dengan kami tetap beroperasi normal, cashflow perusahaan tetap terjaga. Sehingga bisa memenuhi hak-hak karyawan dengan layak. Insya Allah 

Curhat juga, kondisi memprihatinkan seperti ini mungkin hanya terjadi kalangan masyarakat ke bawah. Untuk teman-temang selingkungan, yang mungkin rata-rata kalangan menengah ke atas dan pegawai yang gajinya gak turun banget, saya rasa tidak mengalami perubahan kondisi keuangan yang signifikan. Seringkali saya lihat di WAG/IG/FB
"Freezer masih  "penuh" dengan berbagai stock"
"Buibu ini  habis borong promo makanan nih!"
"Hari ini masak apa ya sudah kehabisan ide?" 
dan lain-lain.
Ini juga miris bagi saya, Setidaknya kita bisa lebih berempati dengan menahan untuk tidak posting makanan, Karena di luar sana masih banyak orang yang bahkan gak tau hari ini bisa makan atau engga. Kecuali yang memang berjualan atau yang promosiin jualan temennya buat saya ga masalah sih. 

Semoga apa yang saya dan suami upayakan untuk perusahaan Bajuyuli bisa membawah berkah bagi kami dan juga berkah bagi karyawan sekeluarga. Semoga Ramadhan ini penjualan Bajuyuli semakin naik mencapai puncak, semoga kita semua diberi kesehatan dan keselamatan, dan semoga wabah virus corona ini segera hilang dari muka bumi. Kondisi semakin pulih, aamiin ya Rabbal alamiin.


“Hasbunallahu Wa Ni’mal Wakiil”
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".(QS.Ali’Imran:173)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar