Minggu, 06 November 2016

PROGRAM KEHAMILAN DAN PCOS

Memasuki usia trimester ke-2 pernikahan, hasil test pack masih menunjukkan tanda negative. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk promil mandiri karena siklus menstruasi saya yang tidak teratur. Setelah mencoba googling sana sini akhirnya promil mandiri yang saya terapkan dengan kondisi menstruasi tidak teratur adalaaah… Makan/minum wortel+tomat+madu (atau yang dikenal Jus Femme Modifikasi) setiap hari. Yeaah.

Metode konsumsi Jus Femme ini saya terapkan untuk saya dan suami. Untuk suami biar lebih sehat dan untuk saya biar lebih subur. Amiin..Ternyata oh ternyata  godaan yang berat dari promil mandiri ini adalah untuk konsisten teman-teman. Kadang kelewat sehari dua hari untuk minum Jus Femme ini sampai-sampai saya dan suami berantem wkwk. Tapi dengan sabar dan tekad yang kuat akhirnya minggu demi minggu kami mulai konsisten minum Jus Femme ini.

Setelah dua bulan mengkonsumsi Jus Femme, hasil test pack masih tetap menunjukkan tanda negative. Setelah itu akhirnya saya mencoba untuk konsultasi ke dokter obgyn. Dokter yang kami pilih adalah dr Tita Husniawati di RS Hermina Pasteur Bandung. Dr Tita adalah salah satu dokter subspesialis fertilitas di RS Hermina, dan saat pertama kali saya kontrol adalah H+2 saat menstruasi (hasil googling katanya H+2 paling baik untuk cek kesuburan).

Kontrol Ke-1 (Juni 2016)
Setelah di USG Trans V, didapat hasil bahwa ukuran dan bentuk rahim saya normal, namun tidak terlihat sel telur di dalam Rahim. Katanya ukuran sel telur saya sangat kecil, saking kecilnya sampai tidak terlihat di USG haha. Menurut dr Tita, untuk wanita dengan siklus menstruasi normal hari biasanya hari ke-2 menstruasi, sel telur sudah terbentuk sehingga sel telurnya pasti kelihatan, lah saya bahkan gak keliatan di USG hehe. Melihat riwayat mens yang tidak teratur dan berdasar hasil USG, dr Tita menyampaikan bahwa saya terkena PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).

PCOS (polycystic ovary syndrome) atau sindrom ovarium polikistik merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur. Kondisi ini menyebabkan hormon wanita yang menderita PCOS menjadi tidak seimbang. (sumber lain klik disini)

Setelah kontrol, saya diberi resep Forbetes 500 mg (obat untuk penderita diabetes) dan Eturol (Vitamin E) untuk diminum setiap hari. Kenapa dikasih Forbetes? Setelah googling akhirnya saya nemu korelasinya. Menurut Google, salah satu penyebab PCOS adalah kadar insulin dalam darah yang tinggi. Hal ini pula yang menyebabkan sel telur sulit berkembang. Kadar insulin tinggi identik dengan penyakit dibetes, makanya untuk kasus saya diatasi dengan obat diabetes dan viamin E. hehehe

Kontrol Ke-2 (Juli 2016)
Setelah rutin mengkonsumsi Forbetes, Eturol, Jus Femme setiap hari dan juga olahraga nampaknya berdampak baik bagi saya. Siklus menstruasi saya yang sebelumnya 40-50 hari, sekarang menjadi 28 hari. Selanjutnya Hari ke -2 saat menstruasi saya kembali control lagi ke dr Tita.   
Setelah di USG Trans-V, Alhamdulillah kali ini sel telur saya sudah kelihatan bahkan ada satu sel telur yang besarnya paling dominan (sekitar 5mm), namun menurut dokter sel telur belum dapat dibuahi. Karena ukuran sel telur normal bisa dibuahi sekitar 10mm. Saya pun tetap dikasih resep Forbetes dan Eturol untuk diminum setiap hari.

(Agustus-September 2016)
Akhir Agustus harusnya jadwalnya saya menstruasi jika siklus kembali normal 28 hari, namun di akhir agustus menstruasi tidak kunjung datang juga. Akhirnya saya coba menunggu hingga siklus 40 hari, siapa tahu siklus kemarin 28 hari hanya luck saja. Setelah 40 hari menstruasi tidak kunjung datang lalu saya coba test pack tapi hasilnya masih negative.

Saya lupa kapan tepatnya (mungkin sekitar 45 hari dari mens terakhir), saya sedang beres-beres kamar. Niat mau ngebuang hasil test pack kemarin-kemarin yang sengaja saya simpan di kamar, saya cek lagi satu-satu sampai ketika test pack terakhir saya lihat hasil test pack ada 2 garis samar-samar. Kaget lah saya. Perasaan hasil test pack belum pernah ada dua garis yang samar, kok ini jadi dua garis. Dengan rasa penasaran akhirnya besok pagi saya coba test pack lagi, daaaaaan alhamdulillaah dua garis positif muncul. Alhamdulillah Alhamdulillah promilnya berhasil *terharu*

Alhamdulillah amanah ini akhirnya datang juga. Allah itu Maha Baik. Semoga teman-teman semua yang sedang promil juga diamanahkan di waktu yang tepat yaa. Amiin.

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman)


Baca juga ->> Biaya Kontrol Kehamilan di Rumah Sakit Hermina Pasteur Bandung Tahun 2018
Baca Juga ->> Biaya Kontrol Kehamilan dan Persalinan di Klinik Bersalin Melong Asih Cimahi Tahun 2018

6 komentar:

  1. bun waktu promil d hermina kemarin biayanya brp y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dulu Untuk biaya dokter spOG(k) dan UGS Transvaginal+print USG total 250-350 kak, kalau sekarang harganya mungkin udah naik 50-100rban. Thanks for coming ya, smg berhasil promilnya :)

      Hapus
  2. Bun..td ktanya stiap kontrol hari ke 2 menstruasi dan usg trans v..brrti pas lg ada darah menstruasi'nya dong bun?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Bundaa lagi banyak-banyaknya malahan. Tapi kayanya suster dan dokternya juga udah biasa gt bunda, jadi santai aja. Karena memang paling ideal waktunya pas lagi mens utk USG trans V. Semoga lancar yaa :)

      Hapus
  3. Bun, setelah dipastikan hamil apakah forbetesnya tetap dikonsumsi?katanya forbetes dapat mencegah keguguran jg utk pasien PCOS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bun Forbetesnya tetap dikonsumsi sampai usia kehamilan 4 bln, kata dokter memang biar kuat kandungannya. Alhamdulillah lahir sehat selamat. Semangat bun :)

      Hapus