Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Kamis, 05 Agustus 2021

Bajuyuli : Mencari Keberkahan Berbisnis Tanpa Bajakan

Bajuyuli berkah tanpa bajakan


Di bulan Agustus, bertepatan dengan bulan kemerdekaan Indonesia, Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog mengambil tema "Budaya Hidup Tanpa Bajakan." Tema yang sangat menarik dan relate dengan apa yang saya dan suami lakukan dalam membangun bisnis Bajuyuli.

Sadar hak cipta ini penting banget loh! Dengan sadar hak cipta berarti menghargai semua jerih payah seseorang dalam membuat suatu karya. Selain itu, kalau kita ingin karya kita dihargai, kita juga harus menghargai karya orang lain dong. Mengupayakan bisnis tanpa bajakan juga salah satu upaya yang kami lakukan agar bisnis kami mendapatkan keberkahan. Aamiin

Saat memulai bisnis di tahun 2016, untuk hal-hal yang mudah seperti memakai gambar, suara, dan video yang tidak melanggar hak cipta itu alhamdulillah sudah dilakukan. Namun persoalan copyright ini sejujurnya menjadi sangat pelik saat dihadapkan dengan masalah "uang" hehe.

Mau tahu gimana ceritanya?

Dibaca sampai habis yaa tulisannya. Warning tulisannya bakal panjang hehe :p 

1. Daftar Merek Dagang


Tahun 2018 kami mendaftarkan merek dagang Bajuyuli ke Kemenkumham. Alasan utama pendaftaran merek ini untuk memenuhi syarat sebagai Shopee Mall dan agar bisnis kami tidak diklaim orang lain.

Jangan dikira pendaftaran merek ini mudah dan murah. Dulu belum zaman daftar online, sehingga kami harus bolak balik datang ke Kemenkumham. Kalau sekarang pendaftaran merek bisa online ke https://merek.dgip.go.id/.

Biaya yang dikeluarkan juga cukup banyak. Rp500.000,00 untuk UKM dan Rp1.800.000,00 untuk non UKM. Ini pun belum tentu lolos ya. Ada kemungkinan pendaftaran merek dagang kita ditolak, karena sudah ada kesamaan nama, bentuk logo, bunyi ucapan dengan merek orang lain yang sudah didaftarkan sebelumnya.


Oleh karena itu, penting banget sebelum memilih nama brand, kita riset terlebih dahulu ada yang sama atau tidak. Nama merek/paten/desain industri/hak cipta yang sudah terdaftar bisa cek di Pangkalan Data Kekayaan Indonesia.

pendaftaran merk dagang bajuyuli

Tahun 2020 sertifikat merek Bajuyuli akhirnya release. Kok lama amat sertifikatnya keluar? Iyaaa, 2 tahun adalah default durasi sertifikat merek bisa terbit. Alhamdulillah pendaftaran merek kami aman dan cukup lancar.

Bisa teman-teman bayangkan! Kalau pendaftaran merek ditolak, berapa banyak uang yang harus dikeluarkan dan berapa tahun harus menunggu? Memang pendaftaran hak cipta ini butuh kesabaran yang luar biasa.

2. Konten Blog


Dalam membangun bisnis, Bajuyuli juga memiliki blog sendiri. Saat saya menjadi penulis konten blog.bajuyuli.com, suami sudah mewanti-wanti kalau tulisan harus original. 

Artikel di blog Bajuyuli kebanyakan tulisan tutorial marketplace dan aplikasi. Untuk gambar di blog kami memakai gambar sendiri.

blog bajuyuli



Ketika butuh gambar penunjang, biasanya kami ambil dari Google Image tanpa copyright. Caranya mudah banget, masuk ke Goggle - Gambar - Filter Hak Penggunaan - Lisensi Creative Commons. Wajib juga mencantumkan sumber jika menggunakan gambar orang lain.


google image tanpa copyright
Sumber : Google



3. Konten Instagram


Konten di Instagram Bajuyuli semuanya konten original. Masing-masing platform media sosial memiliki aturan tersendiri soal copyright.


Instagram Bajuyuli

Pengalaman saya, ketika kita upload video dengan musik copyright orang lain di Instagram, video akan langsung dihapus oleh IG.  Selanjutnya ada pemberitahuan bahwa konten melanggar copyright.

Jika kita merasa tidak melanggar dan ingin video dipulihkan, kita bisa mengajukan banding ke Instagram.  Solusi lain adalah dengan mengganti musik tanpa copyright lalu posting ulang di Instagram. 


4. Konten Youtube


Konten Original 


Semua konten di channel Youtube Bajuyuli adalah konten original. Channel Youtube Bajuyuli berisi konten review produk, tutorial marketplace, tutorial permainan anak, konten islami dan sarana branding Bajuyuli.

Youtube Bajuyuli


Copyright


Youtube terkenal paling ketat dalam hal copyright. Ini jelas disebabkan karena di Youtube konten kreator bisa monetize video yang di-upload.


Jika video berisi konten copyright orang lain, maka video tidak bisa publish ke public. Juga ada pemberitahuan bahwa konten kita melanggar copyright.

Solusinya adalah trim semua segmen yang mengandung copyright. Di Youtube Studio akan ditunjukkan segmen mana saja yang melanggar dan bisa langsung kita trim. 

Tapi... Kok ada video yang masih bisa tayang walaupun mencuplik konten orang lain?

Nah ini yang disebut "Fair Use." Jadi dari Youtube juga membolehkan kita mencuplik video orang lain selama batas wajar dan aman. Untuk batasnya berapa detik, ukurannya berapa, saya kurang tahu detail. 

Teman-teman bisa googling sendiri yaa. 


Musik


Di Youtube Studio juga disediakan pilihan beragam musik bebas copyright. Teman-teman bisa cek di Youtube Audio Library.

Youtube audio library


Dulu Bajuyuli pernah upload video murottal yang ternyata audionya melanggar hak cipta. Jika terjadi hal seperti itu, kita bisa langsung mengganti audio tanpa copyright di Youtube Studio, jadi tidak perlu upload ulang.

Pernah juga ada kasus, video yang kena copyright di musik ternyata masih bisa tayang di Youtube. Hal itu terjadi karena pemilik hak cipta mengizinkan dan memilih untuk memonetisasi konten tersebut sehingga uangnya akan masuk ke pemilik hak cipta. 

Tapi bisa juga jika pemilik hak cipta tidak menyetujui, konten video akan dibisukan bahkan dihapus dari Youtube.


Klaim Copyright


Sebagai pemilik asli video, di Youtube Studio akan muncul pemberitahuan jika ada orang lain yang menggunakan konten kita. Contohnya seperti di bawah ini.

klaim copyright di youtube


Pada daftar di atas, muncul beberapa video yang menggunakan konten Bajuyuli. Lengkap dengan data judul video,  nama channel, jumlah views, tanggal publish, dan berapa persen kemiripannya. Canggih banget yaaaa!

Di Youtube Studio juga kita bisa langsung aksi dengan meminta Youtube menghapus videonya, menghubungi kreator, atau dibiarkan saja. 

Kalau pengalaman saya biasanya dibiarkan aja hehe. Karena views yang menjiplak itu biasanya sangat kecil/akun-akun kecil.

Jadi...... Kata siapa kalau jadi Youtubers itu gampang? :p

Masih semangat?  Tarik nafas duluu hehe. Ini belum klimaks dari perjuangan bisnis tanpa bajakan. 

Yuk lanjut lagi! :)

5. Photo Produk


Photo Produk Sendiri


Dari awal berjualan suami sudah terbiasa photo produk sendiri. Alasan photo produk sendiri agar photo kami lebih professional, sesuai dengan produk aslinya, mengikuti kaidah tempat dimana kami akan berjualan (Shopee, Lazada, Tokopedia) dan harapannya bisa meningkatkan penjualan.

Dulu, berbekal kemampuan dasar photography dan editing, saya dan suami setiap hari Minggu photoshoot produk di kontrakan usaha. Aset photo juga kami gunakan di website dan media sosial Bajuyuli. 

Bajuyuli photo produk sendiri
Suami Kang Photo



Kalau membayangkan perjuangan-perjuangan dulu, manisnya masih terasa sampai sekarang. :"

Setelah ada modal, akhirnya photo produk Bajuyuli naik level! Kami sewa model anak kecil untuk menggunakan produk kami dan memakai jasa studio untuk photo produk.

Seiring dengan berkembangnya bisnis Bajuyuli, alhamdulillah akhirnya kami membuat studio photo mini sendiri. Kami rekrut photografer sendiri, nyicil membeli alat-alat yang lebih mumpuni mulai dari kamera, tripod, lighting,  properti, dll.  

Studio Bajuyuli
Studio Mini Bajuyuli


Scraping


Setelah semua usaha dan kerja keras yang kami lakukan, paling sedih dan nyesek itu saat ...... photo produk kami "diambil" orang lain tanpa izin. :((

Di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada banyak sekali toko dropship yang muncul. Jadi dropship  adalah bisnis membeli barang dari suatu supplier tapi barang tersebut langsung dikirimkan ke pelanggan, tanpa melalui dropshiper. 

Kalau masih bingung bisa googling ya.

Sebenarnya kami tidak masalah dengan penjual yang memang dropship ke Toko Bajuyuli, mereka biasanya mengambil foto produk Bajuyuli dan dijual kembali di toko mereka. Ini sangat wajar, karena secara bisnis Bajuyuli jadi untung karena produk kami berhasil terjual.

Yang jadi masalah adalah saat ada dropshiper yang hanya scraping (upload produk banyak sekali dari berbagai supplier). Huuuuft. Jelas ini merugikan Bajuyuli, karena pasti akan membuat customer kebingungan produk mana yang asli. 

Toko-toko dropshiper yang nge-scrape ini biasanya tidak serius jualan. Bisa diketahui dengan jumlah produknya yang banyak, biasanya sampai ribuan.  Persentase chat dibalasnya rendah, di bawah 70%. Harga produk sangat mahal. Penjualan sedikit. Judul produk aneh dan rating toko jelek. 

Jadi hati-hati ya kalau nemu toko seperti ini. 

Ada berapa toko dropship yang nge-scrape produk Bajuyuli? BANYAK BANGET :(


Scrapping produk

Contoh toko dropship yang nge-scrape


Photo Produk Diedit Seller Lain


Selain scraping, photo produk Bajuyuli juga suka diedit seenaknya oleh Seller lain. Diganti warna produk (mock up), ditambah logo seller lain, wajah model di-blur-kan, bahkan ada juga seller yang membohongi customernya.

Jadi ada beberapa seller yang memakai photo produk Bajuyuli, produk dijual dengan harga lebih murah. Padahal barang yang dia jual tidak sesuai dengan photo produk, dan jelas-jelas bukan beli dari Bajuyuli.

Contohnya di bawah ini. Foto pertama adalah best seller produk Bajuyuli, terjual lebih dari 10rb++ pcs di Shopee. Foto kedua adalah seller yang mengambil dan mengedit foto Bajuyuli seenaknya. Ini jelas merugikan kami lahir batin. 

Ada berapa toko yang ngambil dan ngedit photo produk Bajuyuli? Seantero jagat online marketplace ada! :(



Shopee Bajuyuli
Gambar 1. Photo Produk Bajuyuli di Shopee



Tiruan Bajuyuli
Gambar 2. Seller yang mengambil photo produk Bajuyuli


Mati Satu Tumbuh Seribu


Di awal-awal saat ada yang mengambil foto Bajuyuli tanpa izin jujur sangat sedih dan sakit banget. Membayangkan betapa banyak perjuangan yang kami lalui untuk menghasilkan produk seperti itu. :(((

Diskusi dengan suami, ternyata suami menyikapinya lebih bijak. Itulah resiko berjualan online dan perbuatan tersebut memang banyak dilakukan. 

Suami bilang juga kalau foto produk kami diambil orang berarti photo produk kami itu bagus dong. Inilah resiko yang akan dihadapi kalau penjualan bagus, dan toko semakin besar. Masya Allah

Pada akhirnya saya belajar ikhlas. Kuat-kuatan sabar. Karena jika kita usut satu toko, akan ada muncul toko lain, dan malah ngebuang waktu kita. Mati satu tumbuh seribu.

Hal yang paling penting adalah kita harus yakin insya Allah rezeki tidak akan tertukar.

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)


6. Software


Kalau berbicara soal software, disinilah keteguhan kami tentang copyright diuji. :"

Tahun 2016-2017 jujur kami masih menggunakan software bajakan. Di akhir tahun 2017, seiring dengan bertambahnya ilmu agama, rasanya ada yang salah kalau kami masih menggunakan software bajakan. Takut bisnis kami tidak berkah.

Tapi kalau membeli software original, uang yang harus disiapkan sangat banyak. Kami tidak punya alokasi dana untuk software saat itu, apalagi bisnis Bajuyuli juga masih baru. 

Dulu beli software original sangatlah mahal. Harga Windows 8 itu 3jt/komputer, Microsoft Office 2jt/komputer, Adobe CC (photoshop, premiere dll) 700rb/bulan/akun. 

Bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk software original. Saat itu di kantor ada 2 komputer dan 3 laptop yang digunakan oleh saya, suami dan pegawai. 

"Pengen ganti bajakan tapi uangnya dari mana?"

"Kondisi cashflow Bajuyuli saat ini kayanya belum memungkinkan deh."

"Kapan ya kami bisa ganti software?"

Allah Maha Besar

Setelah berbulan-bulan dalam kebingungan, akhirnya kondisi cashflow Bajuyuli cukup untuk membeli software original. Bismillah di tahun 2018 akhirnya kami mengganti semua software bajakan dengan software original. Masya Allah.

Nulis ini sambil nangis :" kerasa banget gimana Allah mampukan kami untuk berhijrah. Alhamdulillah.


7. Saat Ini


Alhamdulillah saat ini bagi yang mau berbisnis/hidup tanpa bajakan sangat dimudahkan. Sekarang sudah banyak dijual laptop + software original dengan harga yang terjangkau jadi tidak perlu beli software terpisah. Untuk desain grafis bisa pakai aplikasi Canva, jadi tidak perlu beli Adobe CC. Duh, aplikasi Canva ini mudah dan enak banget. Di Canva banyak tersedia elements/gambar gratis, apalagi kalau kita upgrade ke Canva Pro. Biaya upgrade ke Canva Pro Rp 75.000/bulan atau Rp 499.000/tahun.

Sekarang ada aplikasi gratis pengganti Microsoft seperti WPS Office. Untuk editing video bisa pakai Kinemaster/Filmora ada yang free dan ada juga yang berbayar bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Kalaupun harus pakai berbayar harganya terjangkau Rp 75.000/bulan. Banyak juga aplikasi penunjang bisnis lain yang bisa dengan mudah di-download di Playstore. Jadi harusnya tidak ada lagi alasan pebisnis yang kekeuh pakai bajakan, apalagi untuk kepentingan komersial. 

Alhamdulillah sekian sharing tentang upaya saya dan suami berbisnis tanpa bajakan. Semoga tulisannya bermanfaat dan mohon doanya yaa semoga usaha kami berkah dan sukses. Aamiin.. Nuhun :)

Yuk ah mulai sadar copyright dari sekarang! 


banner mamah gajah ngeblog






29 komentar:

  1. Wow, lengkap sekali. Tapi baru tau kalau daftar brand bisa selama itu. Terus sebelum disetujui, apakah boleh kita mulai menggunakan brand itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga makin banyak yang sadar untuk tidak memakai foto tanpa ijin ya mbak. Pengalaman kemarin tulisan dicopas ke blog orang sempat bikin patah semangat, untungnya setelah saya kirimin pesan, orangnya mau menghapus kembali.

      Hapus
  2. Lengkap sekali tetehh.. keren deh sharing pengalamannya. Terima kasih ya! Semoga Allah berkahi selalu bisnisnya.

    Ini aku setuju banget :
    Pada akhirnya saya belajar ikhlas. Kuat-kuatan sabar. Karena jika kita usut satu toko, akan ada muncul toko lain, dan malah ngebuang waktu kita. Mati satu tumbuh seribu.

    Hal yang paling penting adalah kita harus yakin insya Allah rezeki tidak akan tertukar.

    YES! Terima kasih sekali lagi, mindset inilah yang kita perlu sebarkan ya teh... semoga kita semua semangat untuk istiqomah berkarya bebas bajakan.

    Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah makasih tehh aamiin :) Iyaa betul kalau kita mikir negative dan sedih terus pasti ga akan berkembang hehe. Nuhunn sudah mampir :D

      Hapus
  3. Masya Allah keren teh. Ini sikap yang harus ditiru pengusaha. Berbesar hati ada yang ambil karya, memang ga kemana kalau rejeki dan niat lurus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah nuhun teh Andinn. Iyaaa teh insya Allah harus yakin rezeki gak akan berkurang sedikit pun yaa :)

      Hapus
  4. Teh yuli barakallah

    Pemgalaman inspiratif semoga usaha bajuyuli semakin maju aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa fiik barakallah Bu, aamiin nuhun udah mampir :)

      Hapus
  5. Ikutan terharu ketika baca sampai akhir. Salut perjuangannya, semoga berkah ya, bisnisnya lancar.
    Foto produk dibajak itu nyesek banget yah. Kebayang susah payahnya kalau foto shoot, mana atur lampu, kamera, editing. Eh...trus dipakai orang, tanpa izin. Belajar ikhlas banget nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Bu nuhun pisan. Belum lagi proses sebelum photoshoot mulai dari buat sample yang gagalnya berkali-kali, sewa model yang cocok, cari-cari referensi pose dan editing huhhuu. Semoga semakin banyak sadar copyright ya :)

      Hapus
  6. Keren banget ini pengalamannya. Infonya juga jelas banget soal pendaftaran merk dsb. Makasiiiiih ☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah tehh kalau jelas, makasih banget udah mampir. Semoga bermanfaat :)

      Hapus
  7. Masya Allah, perjuangan buat berbisnis halal supaya berkah ternyata panjang dan melelahkan, ya. Tetap semangat, Teh! Makin tinggi suatu pohon, akan makin kencang angin yang bertiup. Selama terus fokus untuk jadi leader, anggap aja yang lain follower, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, yang tadi kok anonim. Saya coba komen lagi setelah pindah ke Chrome, baru keluar namanya. Maaf gaptek :p

      Hapus
    2. Wkwkwk melelahkan tapi seruu. Iya nih teh harus kuat ya biar kokoh. Siapp insya Allah teh Muti, makasi banyak yaa :)

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Teh Yuli, semoga yang ini bisa muncul ya 😄

    Saya bisa relate banget soal pencurian foto itu karena suami saya tukang poto. Orang orang yang ngegampangin biasanya memang ga tau proses Di balik foto cantik dan keren itu kan .

    Tetap semangat ya Teh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muncul teh May akhirnyaaa :D Waaa keren photografer pasti udah pro ya teh hihi. Iya bener banget teh, proses belajar dan pengerjaannya lama banget eh diambil sekian detik aja hiks. Iyaa insya Allah selalu semangat teh May, makasih :)

      Hapus
  10. Salut teh semua usahanya untuk membuat bisnis yang legal. Aku belajar banyak juga nih dari tulisan ini. Makin maju ya teh usahanya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih teh Deaaa hihi semoga bermanfaat ya. Aamiin ya Rabb, semoga dimudahkan semuanya :)

      Hapus
  11. Wah keren banget pembahasan panjangnya. Saya benar-benar merasa teredukasi dengan postingan ini. Jadi tahu perjuangan dibalik para penjual online. Semoga laris manis dan sukses terus ya produk Baju Yuli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Buuuu. Hihihi insya Allah aamiinn :D

      Hapus
  12. Kereeennn... Dan komplit sekali informasinya! 👍👍
    Sukses dan barokah ya teh!... 🙏🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Ibu Alfiiii aamiiin :D Sehat sukses juga ibu di perantauan yaa.. :)

      Hapus
  13. Semoga berkah teeh usahanya

    BalasHapus
  14. Fasih banget teteh soal copyright. Memang legal dan halal di semua aspek bisnis itu selain insyaallah berkah juga hidup lebih tenang hehe. Makasih sharingnya. Sukses terus ya teeh.

    BalasHapus
  15. Keren bangeeeet yuuul.salut ih! Baca ini jadi ikutan terharu deh.hahaha. terima kasih juga sudah membuka wawasan soal copy right. Semoga semakin sukses dan berkah ya bajuyuli!

    BalasHapus