Showing posts with label ITBMH. Show all posts
Showing posts with label ITBMH. Show all posts

Sunday, September 26, 2021

,

Bahasa Sebagai Jembatan Komunikasi

Bulan September ini Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog mengambil tema pengalaman berbahasa seumur hidup. Tema yang menantang sampai bingung mau cerita apa wkwk, tapi setelah bertapa :p akhirnya muncul juga ide mau cerita tentang apa hehe. Selamat membaca! :)




Pertama Kali Ke Luar Negeri


Sebagai seorang yang lahir, besar di Kota Bandung dan keturunan Sunda asli, bahasa yang saya gunakan sehari-hari adalah bahasa Sunda dan bahasa Indonesia. Pemahaman bahasa Inggris saya juga sangat pas-pasan, sehingga wajar saya menempati Kelas Reading saat mata kuliah bahasa Inggris hehe. 

Saat kerja, saya merantau tinggal di daerah sekitar Bandara Internasional Soekarno Hatta. Setelah tiga tahun bekerja, perusahaan meminta saya untuk factory visit ke China selama seminggu. Tujuan factory visit untuk mengecek pengadaan barang runway sweeper, training dan diakhiri dengan presentasi. Ketika diberitahu oleh pak Manager mata saya berbinar-binar sungguh senang sekali, ini pertama kalinya saya akan ke luar negeri. 

Tapi kemudian saya ragu dengan kemampuan bahasa Inggris saya, apakah saya mampu?

Menghadapi keberangkatan ini saya mempersiapkannya dengan cukup baik, untuk memantapkan bahasa saya jadi sering menonton video-video bahasa Inggris dan baca literatur bahasa Inggris. Sesampainya di China, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Saya kira tour guide yang akan mendampingi selama di China akan full berbahasa Inggris. Ternyata tour guide saya cukup fasih berbahasa Indonesia dengan baik. Alhamdulillah training dan presentasi dengan bahasa Inggris dapat dilalui dengan cukup baik. Oia teman sesama MGN mbak Afina juga pernah bercerita tentang pengalaman beliau dalam berbahasa Inggris, bisa dibaca artikelnya ya.





Nona tour guide selama saya di China ini asli keturunan China. Ketika melamar jadi tour leader, beliau memutuskan untuk menjadi tour leader wisatawan Indonesia. Sebelum terjun ke lapangan, beliau diwajibkan menjalani kursus intensif bahasa Indonesia selama 3 bulan. Kagum dan salut saat mendengar warga asing yang inging belajar berbahasa Indonesia dan hanya dalam waktu 3 bulan sudah bisa berbahasa Indonesia.

Efek dari Pendidikan 


Suatu hari saya berkesempatan satu meja rapat langsung dengan ibu Direktur perusahaan dimana saya bekerja. Sejujurnya saya lupa materi yang Ibu Direktur sampaikan waktu itu, tapi yang saya ingat adalah banyak sekali kosa kata yang saya tidak mengerti. Saya bertanya pada rekan kerja saya juga sama saja tidak mengerti :p tapi setidaknya saya bisa menangkap inti dari rapat yang dilaksanan hari itu.

Ibu Direktur adalah lulusan dari luar negeri, pengalaman kerjanya juga sangat banyak. Sangat wajar pembendaharaan kosa katanya sangat luas, baik bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Oleh karena itu saya menyimpulkan semakin tinggi tingkat pendidikan sangat berpengaruh pada tingkat berbahasa seseorang.  

Ternyata persoalan bahasa juga saya alami setelah saya resign. Alhamdulillah bisnis UMKM saya dan suami cukup berkembang sehingga kami bisa merekrut satu demi satu pegawai. Tingkat pendidikan pegawai kami memang cukup bervariatif, dari lulusan SD, SMP dan SMK. Kemampuan berbahasa pegawai juga variatif, mulai dari yang biasa berbahasa Indonesia hingga hanya berbahasa Sunda saja untuk berkomunikasi. Hehe

Inilah tantangan yang saya rasakan di awal-awal berbisnis. Bagaimana caranya berkomunikasi agar tujuan komunikasi itu tercapai. Ternyata banyak kosa kata bahasa Inggris sehari-hari/kosa kata yang mungkin tidak umum bagi pegawai saya. Akibatnya pegawai tidak paham sehingga terjadi miss di pekerjaan. Oh inilah perasaan yang dulu saya rasakan saat berhadapan dengan ibu Direktur di perusahaan dulu. 

Akhirnya saya dan suami mencari solusi untuk pemasalahan bahasa ini. Solusinya seperti apa? Seringkali kami harus mencari padanan kata yang lebih mudah atau mengubah kalimat menjadi lebih simple. Kami pun wajib menanyakan ulang kepada pegawai paham atau tidak dengan instruksi yang diberikan, hal ini diperlukan agar tidak terjadi miss di pekerjaan.


Penutup


Jika saat ke China saya belajar berbahasa Inggris dengan baik, siapa sangka ternyata di Indonesia saya harus belajar lagi menyesuaikan bahasa Indonesia agar mudah dimengerti. Walaupun kita bisa menggunakan isyarat sebagai komunikasi, tapi sungguh benar bahasa adalah jembatan komunikasi. Oleh karena itu, belajar bahasa saya rasa adalah proses pembelajaran sepanjang hayat yang harus kita lalui bersama. 


Continue reading Bahasa Sebagai Jembatan Komunikasi

Friday, July 16, 2021

, ,

Netizen oh Netizen


Di zaman sekarang ini, siapa yang tidak kenal YouTube?

Berdasarkan data statistik YouTube, lebih dari 2 miliar pengguna -sepertiga pengguna internet- membuka akun YouTube setiap bulan. Sekitar 1 miliar konten Youtube juga ditonton setiap harinya. Hal ini menjadikan YouTube salah satu platform online yang populer pada saat ini. 

Banyak content creator yang menjadikan YouTube sebagai salah satu sarana untuk mendapatkan penghasilan, begitu pula dengan bisnis saya dan suami. Bisnis kami memiliki 3 channel YouTube, salah satu channel yang paling unggul dari segi traffic adalah channel Tutorial Millenial (TM). Lebih dari 25.000 views datang pada channel ini setiap harinya, sehingga banyak sekali komentar-komentar netizen yang masuk di channel ini.






Sebagai content creator, saya sering membaca komentar netizen di video yang sudah dibuat. Komentar para netizen ini sangat beragam. Alhamdulillah ada yang merasa terbantu dengan video tutorial yang kami buat, ada juga haters dengan komen negatif, ada yang masih kebigungan dan tentunya ada  komentar yang lugu dan lucu jadi seringkali membuat saya senyam senyum sendiri hehehe. 

Berikut beberapa komentar lucu netizen, semoga terhibur. :)


Uang Pas



Netizen : "Bang, misalkan totalnya 150.960 itu harus segitu bayarnya? atau bayar uang pas aja misal 150.000 bisa gak?"

Admin TM : "Bayarnya harus sesuai dengan yang di Shopee kak, bayarnya uang pas jangan dikurangin."

Netizen : " Tapi nanti ada kembalian? Maklum belum pernah COD" 😅


Bilangnya gimana?



Netizen : "Kak caranya bilang ke Indomaret gimana?"

Admin TM : " Kakak hanya perlu bilang ke kasir mau top up saldo Shopee Pay, lalu tunjukkan kode transaksi kakak."

Netizen : "Up"

hmmm 😅


Logat Gak Bisa Bohong



Netizen : "Teteh orang Sunda nya?"

Admin TM : "Iya kaka."

Netizen : "Mana IG nya?"

Duh.....


HP Mama



Netizen : "Kak pesanan saya dibatalkan otomatis sama Tokopedia, apa gara-gara saya pake nomor HP mama saya gak pake nomor HP asli saya?" 

Admin TM : "Bukan gitu dek, mungkin karena barangnya kosong di penjualnya."

😅


KTP Orang Tua


Judul Video Tutorial : Cara Verifikasi Shopee Pay dengan KTP

Netizen : "Bang, kalo foto selfie orang dengan KTP-nya itu saya, tapi pake KTP orang tua saya boleh gak?"

Admin TM : "Gak boleh dek, kalau belum punya KTP jangan aktifkan Shopee Pay ya."

#ingatpesanibu


Dimarahin Ibu



Netizen : "Fuhh makasih kaka, akhirnya pesanan ibuku yang awalnya COD jadi bayar di Alfamart terus gak sengaja kepencet beli sekarang. Untung aja belum dibayar langsung, kalau udah dibayar, aku dimarahin deh sama ibuku! Sekali lagi makasih ya kak, aku udah like!"

Admin TM : "Alhamdulillah kaka, ikut senang ya." 

:)


Begitulah keseharian saya dan tim Bajuyuli saat menjadi content creator channel Youtube Tutorial Milenial hehehe. Besar harapan saya, semoga channel yang kami bangun ini setidaknya bisa menjadi sarana netizen menyelesaikan masalah, bisa menebar kebaikan dan bermanfaat bagi untuk banyak orang.  Aamiin ya Rabb.

Tulisan ini ditujukan untuk memenuhi  Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog. Jangan lupa tertawa dan stay safe semuanya. 






Continue reading Netizen oh Netizen

Sunday, May 9, 2021

, ,

Resep Oseng Cumi Asin Andalan Mertua

Bismillah

Bulan Mei ini adalah bulan ke-empat Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog. Masih semangat buat ikut tantangannya dong, walaupun bulan lalu sempat terseok-seok hehe. Tema bulan ini adalah resep masakan andalan di hari spesial, yuk dibaca sampai akhir tulisannya ya :)



Orang Sunda vs Orang Sumatera


Dibesarkan sebagai keturunan Sunda membuat makanan saya semasa kecil tidak jauh dari ayam, ayam, ayam. Seingat saya mamah jarang sekali masak ikan atau seafood, pertama karena keluarga kurang suka, kedua mungkin karena harganya mahal. Jadi dari sejak kecil memang saya tidak dibiasakan untuk makan ikan, kecuali ikan mas/ikan asin hehe. 

Berkebalikan dengan suami, suami yang memang asli keturunan Sumatera, sejak kecil selalu dibiasakan makan ikan. Ikan yang dipilih juga harus fresh. Segala ikan tawar dan ikan laut suami suka. 

Dua kebiasaan yang berbeda ini pasti jadi tantangan tersendiri ya, khususnya untuk saya. Pernah waktu berkunjung ke rumah suami (masih jadi pacar), saya kebingungan sendiri dong mau makan apa haha, karena lauk yang tersedia semuanya ikan. Berujung dengan makan nasi + tahu goreng saja :D


Belajar Makan Ikan 


Semenjak kerja dan merantau, khasanah lauk yang saya makan mengalami peningkatan wkwk. Atasan di kantor dulu sering mengajak makan-makan besar ke rumah makan seafood. Saya juga sering pergi dinas ke Sumatera dan Kalimantan dimana lauk yang paling terkenal di sana ikan. Sayang banget kaaan jauh-jauh ke luar Jawa dan ujungnya makan ayam lagi hehehe. Akhirnya sedikit demi sedikit saya mencoba makan ikan.


Perdana makan kepiting di Balikpapan dan enak banget


Semenjak menikah suami juga "memaksa" saya agar mau masak ikan. Bahkan suami juga pernah kasih hadiah 2 buah buku resep masakan agar istrinya mau masak haha. Awalnya agak geuleuh kalau harus masak ikan karena bau amis, ditambah saya juga gak bisa masak. Tapi lama-lama juga terbiasa walaupun hanya masak ikan goreng bumbu racik instan hehehe. 


Buku resep masakan untuk pemula dari suami


 

Ibu Mertua


Kebiasaan suami makan ikan memang diturunkan oleh ibu mertua. Ibu mertua asli Bangka dan sangat hobi masak, sehingga masakan di rumah mertua tidak jauh dari masakan ikan dan masakan khas Bangka. Mulai dari lempah darat, lakso, pempek ikan, udang, cumi, dan berbagai jenis ikan yang saya sendiri tidak bisa membedakan itu jenis ikan apa hehe :D


Suatu hari kami sedang berkunjung ke rumah mertua dan ibu memasak oseng cumi asin. Seinget saya, saya belum pernah makan oseng cumi asin dan ketika makan masakan ibu mertua untuk pertama kali masya Allah enaknyaaa. Karena suami juga pasti suka oseng cumi asin, akhirnya saya coba tanya resep ibu untuk dimasak kembali di rumah hehe. 

Percakapan menanyakan resep di tahun 2018 hehe


Ternyata bahan-bahan oseng cumi asin mudah didapat di tukang sayur. Cara buatnya pun tidak sulit. Tinggal potong-potong dan tumis. Kalau masaknya ribet dan lama pasti saya gak akan jadi masak hehe. Prinsip saya daripada masak masakan yang ribet dan lama, lebih baik waktu dihabiskan untuk bersama keluarga, bermain dengan anak-anak, ibadah, atau untuk kerja, alhamdulillah suami juga mendukung prinsip saya itu. Di bawah ini resep oseng cumi asin versi mertua dan sedikit modifikasi oleh saya, menyesuaikan bahan yang ada di rumah hehe.


Resep Oseng Cumi Asin


Untuk 2-3 porsi

Bahan-Bahan

 
- Cumi asin 1 ons
- Bawang merah 4 siung
- Bawang putih 4 siung
- Tomat hijau 2 buah
- Daun salam 2 lembar
- Cabe rawit merah 6 buah
- Gula merah 1/2 gandu 
- Kecap secukupnya
- Saos tiram, 1 bungkus kemasan kecil.
- Air secukupnya

Bahan masakan oseng cumi asin

Cara membuat


1. Cuci bersih bahan-bahan di air mengalir. 
2. Potong cumi kecil-kecil, bersihkan isian hitam cumi dan buang tulang cumi. Bersihkan kembali potongan cumi di air mengalir agar cumi tidak bau amis.
3. Rebus potongan cumi di air mendidih sebentar. Tujuan merebus cumi :
- Mengurangi bau cumi yang tajam
- Membuat daging cumi yang alot menjadi lebih lembut
- Agar rasa cumi tidak terlalu asin

4. Iris semua bahan-bahan.

Bahan-bahan yang sudah diiris


5. Panaskan minyak lalu tumis duo bawang.
6. Ketika sudah harum, masukkan cumi, cabe, daun salam lalu oseng-oseng.
7. Tambahkan air secukupnya hingga cumi agak terendam.
8. Beri kecap, saos tiram, dan gula merah. Untuk cumi asin sengaja tidak ditambahkan garam ya, karena rasa cumi sudah asin.
9. Cicip rasa dan terakhir tambahkan potongan tomat hijau.
10. Oseng cumi asin siap disajikan.

Tips : 
Cumi asin pada dasarnya sudah matang jadi tidak perlu proses masak yang lama. Proses memasak yang lama juga membuat daging menjadi alot. 

Proses memasak oseng cumi asin



Oseng cumi asin siap disajikan


Kandungan Cumi Asin


Kandungan cumi asin:

-Protein, Kalsium, Magnesium, Sodium
-Vitamin A, B6, B12, C, E

Manfaat mengkonsumsi cumi asin:

- Menurunkan kolestrol karena memiliki kandungan lemak sehat
- Membangun otot karena tinggi protein
- Memenuhi vitamin harian

Sumber : fitco.id


Masakan Spesial


Suatu kebanggaan tersendiri akhirnya bisa masak oseng cumi asin dan suami bilang rasanya enak hihi. Masakan ini menjadi sangat spesial karena resepnya didapat asli dari ibu mertua. Selain itu masakan oseng cumi asin juga pernah dijadikan masakan andalan di hari spesial, yaitu saat ibu mertua berkunjung ke rumah hehe. 

Saya dan ibu mertua

Semoga berkenan dengan resep oseng cumi asinnya yaa. Sampai jumpa lagi di tulisan-tulisan berikutnya, insya Allah :)


Sertifikat Artikel 10 Besar Terbaik


Continue reading Resep Oseng Cumi Asin Andalan Mertua

Friday, April 23, 2021

,

Review Buku Perempuan Pemimpin Karya Ibu Betti Alisjahbana

Bulan April ini bulan yang berat bagi saya dan keluarga. Ketika beban bisnis sedang tinggi-tingginya, si sulung (4 th) harus opname di RS Hermina Pasteur karena sakit pneumonia (infeksi paru). Setelah sembilan hari dirawat, alhamdulillah si sulung diperbolehkan pulang dan kondisinya juga lebih membaik. Masya Allah. 

Sebagai seorang ibu pasti hancur hatinya melihat anak sakit, tapi betul juga kata suami, suami meminta agar saya tetap produktif dan tidak larut dalam kesedihan saat menemani anak di rumah sakit. Akhirnya selama di rumah sakit saya berhasil juga menamatkan membaca buku Perempuan Pemimpin (Inspirasi 10 CEO Membangun Keluarga, Bisnis, dan Masyarakat) karya Ibu Betty Alisjahbana. 



 

Sesuai judul blog, kali ini saya mau mereview buku Perempuan Pemimpin karya Ibu Betti Alisjahbana dalam rangka memenuhi Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog. Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi untuk teman-teman semua.




Judul Buku :
Perempuan Pemimpin. Inspirasi 10 CEO Membangun Keluarga, Bisnis, dan Masyarakat
Penulis : Betti Alisjahbana
Penerbit : Mizan
Tahun Terbit : 2017
Jumlah Halaman : 120 halaman


Tentang Penulis 


Siapa yang tidak kenal dengan Ibu Betti Alisjahbana?


Ibu Betti Alisjahbana adalah seorang lulusan Arsitektur ITB. Setelah lulus, beliau berkarir di IBM hingga mencapai karir tertinggi sebagai Presiden Direktur Wanita Pertama di IBM Indonesia dan menjadi Country General Manager (CGM) perempuan pertama di IBM Asia Pasifik. Setelah 24 tahun berkarir di IBM, dan pada saat sedang posisi puncak, ibu Betti memutuskan untuk berhenti dari IBM. 

Ibu Betti memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur dengan membangun perusahaan PT Quantum Business International. Ibu Betti pernah menjadi komisaris di beberapa perusahaan seperti Garuda, Bhinneka, PT Anabatic Technologies, dan berbagai perusahaan lainnya. Ibu Betti pernah menjadi anggota panitia seleksi KPK. Di kampus tercinta, ibu Betti juga pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanah (MWA ITB) periode tahun 2014-2019.


Inspirasi 10 CEO 



Selain menceritakan perjalanan karir Ibu Betti Alisjahbana, buku Perempuan Pemimpin juga menceritakan pengalaman 10 CEO yang sungguh hebat. 10 perempuan yang berhasil merealisasikan potensinya untuk menjadi pemimpin yang hebat di bidangnya. 10 perempuan pemimpin itu adalah :
  1. Atiek Nur Wahyuni - CEO Trans Media Group (Trans TV, Trans 7, Detikcom, Trans Vision, CNN Indonesia)
  2. Intan Abdams Katoppo - Dirut PT Hotel Indonesia Natour (Persero)
  3. Ligwina Poerwo - Founder dan CEO Quantum Magna Financial
  4. Mira Amahorseya - Direktur Utama PT Sarinah (Persero) 
  5. Mira Lesmana - Produser Film, Founder Miles Films
  6. Nurhayati Subakat - Founder dan CEO PT Paragon Technology Innovation
  7. Shinta Dhanuwardoyo - Founder dan CEO PT Bubu Kreasi Perdana (IDbytes)
  8. Suzy Hutomo - Founder dan CEO The Body Shop Indonesia
  9. Tri Rismaharini - Walikota Surabaya
  10. Yani Panigoro - Direktur Medco Holding

Menjadi Perempuan Pemimpin


Menjadi perempuan pemimpin memang masih belum lumrah di masyarakat padahal banyak perempuan yang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin di bidangnya. Ibu Betti menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang menjadi penghalang bagi seorang perempuan untuk menjadi pemimpin, antara lain :
- Tidak punya cita-cita tinggi
- Merasa takut gagal
- Merasa tidak mampu
- Paradigma senior tentang perempuan
- Pengaruh sosial budaya tentang peran perempuan dalam keluarga

Di buku Perempuan Pemimpin juga Ibu Betti berbagi tips tujuh bekal yang diperlukan seorang perempuan untuk mencapai puncak karier. Tujuh bekal tersebut adalah :

1. Motivasi yang kuat

Banyak perempuan yang malu punya cita-cita tinggi. Padahal salah satu kunci keberhasilan untuk mencapai posisi puncak adalah cita-cita, semangat dan energi yang besar serta punya kekuatan untuk bangkit ketika mengalami kegagalan.

2. Mentor

Memiliki mentor sangat penting sekali dalam kemajuan karier mencapai puncak. Mentor dapat membantu memberi masukan, petunjuk, informasi, dukungan dan arahan dalam perusahaan. Mentor dapat juga memberikan akses kesempatan untuk belajar, memperluas jaringan dan menjaga agar orang yang dibimbing mentor berada di jalur yang benar. 

3. Mengambil inisiatif

Jika bercita-cita menjadi pemimpin, perempuan harus punya inisiatif tinggi. Inisiatif  mencari kesempatan untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan manajemen senior. Inisiatif untuk aktif di kegiatan lintas divisi, aktif dalam diskusi. Inisiatif untuk mengusulkan inovasi yang lebih baik di perusahaan.

4. Bangun jejaring yang efektif

Membangun jaringan/membangun hubungan baik dengan orang lain adalah salah satu kunci untuk mencapai puncak. Banyak orang yang malas/merasa tidak mampu membangun hubungan baik dengan orang lain padahal membangun jaringan adalah suatu hal yang bisa dipelajari dan dibiasakan. Kunci membangun jaringan menurut ibu Betti adalah meluangkan waktu untuk melakukannya.

5. Berani keluar dari zona nyaman

Keluar dari zona nyaman sangat diperlukan untuk memperkaya pengalaman. Jika kita hanya berada di zona nyaman hidup kita tidak akan berkembang. Dengan keluar dari zona nyaman kita bisa membuktikan bahwa kemampuan kita lebih dari apa yang kita sangka. Seringkali kesempatan baru datang jika kita keluar dari zona nyaman sehingga kita akan lebih kuat dan lebih percaya diri.

6. Hidup seimbang

Untuk bisa hidup seimbang diperlukan kemampuan untuk membagi waktu dan menentukan prioritas. Ibu Betty biasanya memanfaatkan Stephen Covey's Time Management Matrix dalam menentukan prioritas. Selain itu diperlukan juga pasangan hidup yang saling bekerja sama dan saling mendukung agar perempuan bisa mencapai puncak. 




7. Jatuh bangun

Perjalanan ke posisi puncak dan ketika berada di posisi puncak tidak selamanya lancar dan sukses. Kegagalan dan musibah pasti terjadi. Beberapa kiat yang bisa dilakukan dari ibu Betti ketika kita menghadapi kegagalan adalah berhenti sejenak dan berpikir, tetap positif, juga lihat ke depan serta fokus apa yang bisa dilakukan. 


Penutup


Membaca perjalanan karir ibu Betti Alisjahbana dan 10 perempuan pemimpin lainnya di buku ini sungguh membuat diri sangat terkagum-kagum. Para perempuan pemimpin itu berhasil menjalankan peran sebagai seorang istri, ibu, menantu dan juga peran di pekerjaan. Tidak hanya peran di keluarga dan pekerjaan, para perempuan pemimpin juga berhasil berkontribusi di masyarakat. Buku Perempuan Pemimpin ini sangat memberi inspirasi bagi perempuan yang ingin menggunakan segenap potensinya untuk berkarya dan bermanfaat bagi masyarakat luas tanpa perlu mengorbankan keluarga.


"A woman is like a tea bag - you can't tell how strong she is until you put her in hot water." 
Eleanoor Roosevelt


Sertifikat Artikel 10 Besar Terbaik




Continue reading Review Buku Perempuan Pemimpin Karya Ibu Betti Alisjahbana

Tuesday, March 9, 2021

,

Perjuangan Masuk ITB dan Memilih Jurusan Teknik SIpil


Memasuki bulan kedua Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog dan kali ini mengambil tema tentang jurusan kuliah. Hmm. Kalau bicara kampus ITB itu jujur membuat saya flash back ke masa-masa perjuangan dan juga masa-masa indah. Masa-masa indah dimana akhirnya cita-cita ingin punya suami lulusan ITB tercapai. Loh? wkwk. Juga masa-masa perjuangan yang layak untuk diceritakan, salah satunya perjuangan lulus ujian masuk ITB.


Bapak Inspirasiku


Bapak saya adalah seorang PNS Guru Matematika. Bapak berasal dari keluarga kurang mampu dan seorang pekerja keras. Bapak dan mamah memegang prinsip teguh bahwa anak-anaknya harus menempuh pendidikan yang tinggi. Dengan pendidikan yang lebih baik, insya Allah penghidupan ke depan juga lebih baik. Dari bapak lah pertama kali saya tahu kampus ITB.

Bapak bercerita kalau dulu beliau berkali-kali ujian tes masuk ITB namun tidak pernah diterima. Beliau juga cerita kalau di ITB banyak jurusan teknik sehingga matematika harus jago dan anak ITB itu pintar-pintar. Jadi setiap hari minggu bapak selalu kasih pelajaran tambahan matematika untuk saya, tujuannya ya agar nilai di sekolah bagus dan siapa tau nanti bisa masuk ITB. Hehe


Saya dan Bapak


Persaingan Ketat


Memasuki kelas 3 SMA, semua murid di sekolah tiba-tiba jadi rajin belajar. Bahkan murid yang sering mabal (bolos) pun sering terlihat menenteng buku SSC (Sony Sugema College) kemana-mana. Hahaha. Maklum saat itu saya bersekolah di SMAN 3 Bandung, sekolah yang dikenal lulusannya "pindah kelas" ke ITB. Saking banyaknya lulusan yang diterima di ITB, wajar semua murid berusaha keras agar masuk ITB, termasuk saya. Persaingan ketat jenderal.

Tapi mau ambil jurusan apa?


Banyak teman-teman yang sudah mantap ingin mengambil jurusan apa ketika kuliah nanti. Jujur saya pribadi belum ada bayangan sama sekali ingin jurusan apa, pokoknya ingin kuliah di ITB saja. Sudah tanya ke orang tua juga belum ada bayangan karena dari dua keluarga besar belum pernah ada yang berkuliah di ITB.  

Akhirnya saya memilih fakultas berdasarkan passing grade saja heheDi tahun 2008, fakultas yang paling tinggi passing grade-nya STEI (Sekolah Teknik Elektro & Informatika) dan FTI (Fakultas Teknologi Industri). Untuk pilihan pertama saya pilih FTI dan untuk pilihan kedua saya pilih FTSL (Fakultas Teknik Sipil & Lingkungan). Jika dilihat dari passing grade memang agak nekat, karena FTSL termasuk passing grade menengah, tapi karena saya kurang minat dengan ilmu murni ya bismillah saja. 


SNMPTN


Pesiapan menuju ujian nasional benar-benar perjuangan. Banyak teman yang sudah lebih dulu ikut Ujian Saringan Masuk (USM) mandiri ITB dan banyak juga yang sudah diterima. Saya tidak mengikuti jalur itu karena biayanya mahal. Selain mengikuti bimbel di SSC, saya juga sering banget ikut try out dimana-mana wkwk. Hasil try out bervariasi, kadang lolos pilihan FTI, kadang tidak lolos. Tapi tidak menyurutkan saya untuk pilih fakultas dengan passing grade tinggi hehe.

Semua ikhtiar dan doa sudah dipersiapkan, tibalah di H-1 ujian SNMPTN. Pada malam hari sebelum ujian tiba-tiba saya tidak bisa tidur. Subhanallah sudah berbagai cara saya coba agar bisa tidur, tapi mata tidak tertidur juga padahal saya bukan tipe yang suka begadang. Orang tua berkali-kali menengok kamar saya,  tapi saya juga belum tidur :((((((

Saya stress, takut tidak bisa jawab pertanyaan ujian.

Mamah saya melihat ada hal yang tidak beres, sekitar jam 2-3 pagi akhirnya mamah sholat tahajud di kamar saya. Ketika mamah saya berdoa, saya baring di pangkuan mamah dan akhirnya saya baru bisa terlelap tidur. Masya Allah masih terngiang-ngiang di kepala peristiwa itu huhu.

Walaupun kepala pusing karena kurang tidur tapi bismillah pagi-pagi langsung diantar bapak ke tempat ujian. Pulang ujian waktunya balas dendam bablas tidur sampai sore haha. Alhamdulillah menuju hari kedua saya bisa lebih tenang dan tidur normal. Sungguh sangat bersyukur bisa tidur nyenyak di kala itu. 


Kartu Tanda Peserta SNMPTN 


Dengan kondisi kurang tidur saat ujian membuat saya tidak begitu PD dengan hasil ujian SNTMPN. Di hari pengumuman saya ditelepon oleh sahabat saya dan dikabari kalau saya diterima di FTSL ITB. Masya Allaah, saya langsung mengecek hasilnya ke warnet (warung internet) dekat rumah, hasilnya memang benar saya diterima di FTSL ITB. Alhamdulillah :"


Semua Ada Hikmahnya


Diterima menjadi mahasiswa ITB adalah salah satu kebanggan bagi saya dan keluarga besar. Tahun pertama kuliah/Tahap Persiapan Bersama (TPB) juga alhamdulillah bisa dilalui dengan mulus. Pada saat TPB akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan Teknik Sipil. Alasannya karena jurusan Teknik Sipil paling banyak diminati dibanding kedua jurusan lainnya dan prospek kerjanya juga bagus.

Alhamdulillah masa-masa kuliah di Teknik Sipil juga bisa dilalui sehingga lulus kuliah di Tahun 2012. Saat kerja saya pun langsung berkecimpung di banyak proyek konstruksi, sangat sejalur dengan jurusan kuliah saya. Walaupun pada akhirnya saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan yang sudah sangat sesuai dengan jurusan, tapi ternyata semua ada hikmahnya.


Mau dimanapun saya bekerja, ternyata mental sebagai engineer yang harus dipertahankan. Problem solving, tidak mudah menyerah, analytical thinking, ulet itu sangat penting. Apalagi di saat berbisnis seperti sekarang ini. Kalau mental saya lemah mungkin saya akan stress seperti dulu dan tidak bisa bertahan. Dan paling utama adalah semua yang terjadi adalah kehendak Allah dan juga doa orang tua. Manusia hanya wajib beriktiar untuk hasilnya semua Allah yang menentukan. 

Terima kasih ya Allah, terima kasih mamah dan bapak. Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian keluarga besar Institut Teknologi Bandung ini. 


Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)


Sertifikat Artikel 10 Besar Terbaik












Continue reading Perjuangan Masuk ITB dan Memilih Jurusan Teknik SIpil

Thursday, February 18, 2021

,

Perjalanan Ngeblog dan Kembali Menulis

Dari semenjak kuliah saya itu senang blogwalking dan sangat kagum sama Blogger. Keren banget lah Blogger, tulisannya bermanfaat buat orang banyak plus bisa dapet penghasilan pula dari blog.

Saat masa-masa persiapan nikah, kehamilan, dan menyusui pun saya sangat menikmati cerita orang-orang di blog karena feel-nya lebih kerasa dibanding harus baca pengalaman singkat di Instagram atau nonton video Youtube. Harapannya tulisan-tulisan saya di blog juga bisa bermanfaat untuk orang banyak hehe. Aamiin


Awal Mula Ngeblog

Blog ini berdiri di tahun 2014. Dulu saya kerja di bandara dan sering dinas ke luar kota untuk ngawasin pembangunan bandara. Jadi isi blog ini di awal-awal lebih ke review jalan-jalan ke tempat baru/ kota yang baru dikunjungi hehe.

Setelah menikah blog ini diisi review vendor nikah, pengalaman kehidupan sehari-hari, juga pengalaman berbisnis. Ternyata dimulai dari review vendor nikahan lah yang membuat pageview blog ini mulai merangkak naik. 

Alhamdulillah saat pageview sudah mulai stabil akhirnya saya memberanikan diri daftar KEB (Kumpulan Emak Blogger). Tujuan utama gabung KEB biar bisa pasang badge KEB di blog hehehe (alasan macam apa). Selain itu agar bisa tahu sedikit tentang Blogger dan termotivasi rajin nulis.


Proyek Nulis dengan Suami

Tahun 2016 suami resign dan memulai untuk full time bisnis. Sambil menjalankan usaha, beliau membuat website http://apaitu.web.id/. Web ini berisi kamus istilah-istilah dan saya pun diminta suami buat berbarengan cari bahan untuk website tersebut.

Masih ingat perjuangan cari glosarium buku-buku, dibaca, lalu ditulis ulang di website wkwk. Harapannya di jangka panjang bisa punya pendapatan Adsense dari website.

Tahun 2017 giliran saya yang resign dan gabung full time bisnis dengan suami. Saya pun dapat proyek baru dari suami untuk bersama-sama nulis artikel di blog.bajuyuli.com. Blog tersebut berisi tulisan yang berkaitan dengan parenting, marketplace, dan bisnis kami Bajuyuli :)

Tahun 2018 suami buat lagi blog baru khusus tutorial marketplace dan aplikasi milenial. Tapi kali ini saya gak diminta buat nulis lagi di blog yang baru, karena alhamdulillah kami sudah bisa rekrut karyawan untuk mengisi tulisan di blog tersebut. 

Perjalanan membangun beberapa blog untuk komersial ini memang panjaaaang. Alhamdulillah sekarang sudah membuahkan hasil. Walaupun sedikit demi sedikit, kami sudah bisa dapat penghasilan dari Adsense hehe.


Tidak Konsisten Nulis di Blog

Konsisten itu berat, sungguh. 

Sebenernya saya punya keinginan untuk bisa konsisten nulis di blog pribadi ini minimal sebulan sekali. Tapi selalu adaaa aja malesnya wkwk. Di tahun 2020 sempat saya konsisten nulis minimal sebulan sekali tapi di akhir tahun mulai goyah haha. 

Makanya salut banget dengan orang yang bisa konsisten nulis di blog. Salah satu panutan saya adalah suami saya sendiri. Beliau sudah bisa konsisten nulis setiap hari di blognya, https://www.garoblogz.com/ dan saya juga mendapatkan banyak ilmu utamanya soal berbisnis dari beliau. 

Ketika masih mengerjakan proyek blog bersama, suami saya juga yang selalu mengingatkan agar saya segera menyelesaikan deadline nulis hehehe. Tapi ya namanya ibu-ibu ya kaaan banyak prioritasnya, terutama anak. Ngeles :p


Mamah Gajah Ngeblog



Bulan Februari 2021 ada angin segar datang dari komunitas tercinta ITBMotherhood (komunitas perempuan/ibu-ibu lulusan ITB). Tiba-tiba ada info kalau di ITBMH punya subgroup Mamah Gajah Ngeblog dan mengadakan blogging challenge. Tantangannya setor tulisan satu bulan sekali dengan tema yang sudah ditentukan dan berkomentar di blog yang lain. 

Akhirnya saya coba gabung subgroup Mamah Gajah Ngeblog, tujuannya ya semoga bisa konsisten nulis lagi minimal sebulan sekali sesuai dengan keinginan saya dulu dan semoga tulisannya juga bermanfaat hehehe. Tulisan ini juga salah satu setoran tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog. Bismillah doakan semoga istiqamah ya. 


Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” 

(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).


Sertifikat Artikel 10 Besar Terbaik


Continue reading Perjalanan Ngeblog dan Kembali Menulis